Selama Masa Pandemi, Pegadaian Tembus Rp3,3 Triliun Dari Transaksi Online

Bagikan:

Di saat semua bisnis terpukul akibat Covid-19, PT Pegadaian (Persero) justru mencatatkan rapor biru bisnisnya selama pandemic ini

Pegadaian mengklaim, nominal transaksi digital mereka hingga Oktober tahun ini mencapai Rp3,3 triliun dengan 1,35 juta transaksi.

Dalam laporannya yang disampaikan hari ini, Rabu (16/12/2020), Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, Teguh Wahyono menyampaikan, transformasi digital untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis sudah dilakukan cukup masif sejak 2 tahun terakhir.

Perseroan telah mampu mendorong nasabah untuk nasabah untuk melakukan transaksi di platform digital untuk lebih meningkatkan pendaptan sambil mendorong efisiensi.

“Di masa pandemi ini bisnis kami masih tumbuh baik. Pertumbuhan transaksi ini 4 kali lipat dari dari 2 tahun lalu. Transaksi yang selama ini dilakukan di fisik kami arahkan ke platform digital,” sebutnya.

Teguh menyampaikan, tren ini juga mendorong Pegadaian mampu menorehkan pertumbuhan pembiayaan hingga 8,84 persen secara tahunan menjadi Rp54,82 triliun. Tren pertumbuhan ini diyakini mampu bertahan hingga akhir tahun, bahkan lebih naik lagi hingga di atas 10 persen.

Teguh menyampaikan perseroan masih akan cukup agresif untuk meningkatkan investasi pengembangan informasi teknologi setiap tahunnya sekitar Rp500 miliar.

“Investasi ini sangat besar karena kan mengurangi pendapatan kami. Namun, ini justru lebih baik karena kan mampu menjamin keberlangsungan bisnis Pegadaian,” sebutnya.

Dengan platform digital ini pula Pegadaian mampu menjaring nasabah dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui produk Pinjaman Modal Produktif dengan agunan surat penagihan utang atau invoice, UMKM  tidak perlu menjaminkan aset secara fisik.

Sekretaris Perusahaan Pegadaian, R. Swasono Amoeng Widodo menjabarkan bahwa melalui produk tersebut, masyarakat pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp2 millar. Pinjaman modal usaha itu disalurkan sebagai dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

BACA JUGA :  5 Hal Penting dalam Peta Vaksinasi Nasional

“Calon nasabah dapat langsung melakukan registrasi, kemudian menggugah dokumen yang diperlukan secara lengkap, seperti dokumen identitas, keterangan usaha, copy invoice, dokumen keuangan, serta berbagai dokumen yang dibutuhkan lainnya,” ujar Amoeng melalui keterangan resmi pada Selasa kemarin (15/12/2020).

Sebelum mengajukan pinjaman, calon nasabah dapat melakukan simulasi dengan mengisi nilai invoice, jangka waktu peminjaman, dan memasukan tanggal jatuh tempo invoice yang dimiliki. Setelah seluruh dokumen-dokumen diunggah, calon nasabah akan langsung dihubungi oleh tim Pegadaian.

Adapun, syarat utama yang wajib dipenuhi oleh peminjam adalah Warga Negara Indonesia (WNI), serta memiliki badan usaha yang berbentuk PT, CV, atau Perum yang terdaftar di Indonesia dan telah berdiri minimal dua tahun.

Proses peminjaman dengan nilai di bawah Rp1 miliar membutuhkan waktu tiga hari kerja, sedangkan pinjaman lebih dari Rp1 miliar membutuhkan waktu tujuh hari kerja setelah semua dokumen dilengkapi. Tarif sewa modal itu sebesar 0,04 persen per hari dengan jangka waktu pinjaman mulai dari 15 hari sampai 6 bulan.

“Saya berharap produk Pinjaman Modal Produktif ini dapat membantu masyarakat khususnya para pelaku usaha yang tengah kesulitan mendapatkan tambahan modal usaha, untuk bisa bertahan, dan kembali mengembangkan usahanya seperti sebelum pandemi melanda,” ujar Amoeng.

Menurutnya, hingga saat ini sekitar 54 juta pengusaha belum terlayani oleh lembaga keuangan formal untuk membantu pinjaman modal usahanya. Bahkan, tak sedikit pelaku usaha yang terjebak oleh pelepas uang ilegal atau rentenir sehingga terbebani bunga tinggi.

Oleh karena itu, Amoeng menjelaskan bahwa Pegadaian sebagai salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) terus berupaya hadir dan memberikan solusi pemenuhan dana secara cepat, mudah, dan aman.

(Nad)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *