Senator Alexander Fransiscus Imbau Hotel di Babel Mau Dijadikan Tempat Karantina Covid

Bagikan:

Pangkalpinang- Perhotelan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini belum mau dijadikan tempat karantina bagi pasien virus Corona (Covid-19) dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). Anggota DPD RI dapil Babel, Alexander Fransiscus mengimbau kepada para pengusaha perhotelan membantu karantina pasien Corona.

“Memang persoalan tempat karantina ini diserahkan kepada manajemen hotel masing-masing, tapi saya berharap pihak perhotelan di Provinsi Babel mau membuka diri untuk menjadi tempat karantina pasien Corona,” ungkap Alexander Fransiscus, Rabu (13/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ada dua jenis perhotelan yakni perhotelan waralaba dan perhotelan lokal. Untuk perhotelan lokal di Babel, banyak yang merasa belum siap dalam hal sumber daya manusia (SDM), perlengkapan, ruangan, hingga urusan protokol kesehatan.

BACA JUGA :  Senator Alexander Puji Komitmen Polri Berantas Jaringan Teroris di Babel

“Kita tidak bisa memaksakan, hanya mengimbau dan mengajak teman-teman pengusaha perhotelan untuk bisa membantu beban Pemda menampung pasien OTG Corona,” kata Alexander.

Anggota Komite II DPD RI itu berharap perhotelan di Babel mempersiapkan diri, termasuk dari segi protokol kesehatan. Alexander memastikan, pemerintah akan menjamin biaya sewa dan fasilitas untuk hotel yang bersedia menjadi tempat karantina.

“Yang paling penting pihak pemda terus melakukan pendekatan, memberi informasi detil mengenai bentuk kerjasama dengan pihak hotel yang mau menjadi tempat karantina pasien Corona,” ucapnya.

“Jika ada hotel yang bersedia menjadi wisma karantina, Dinkes bersama Satgas di Babel harus memberi pendampingan terhadap pihak hotel sehingga pasien mendapat fasilitas ruang isolasi yang memadai sehingga mempercepat proses penyembuhan,” tambah Alexander.

Senator muda ini juga mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ikut ambil bagian dengan terus mengimbau agar perhotelan di Babel mau 1dijadikan tempat karantina pasien Corona. Alexander meminta PHRI memberi edukasi kepada pihak hotel karena dengan menjadi tempat karantina, hotel bisa mempertahankan pegawainya yang terancam di-PHK imbas berkurangnya pariwisata dampak pandemi.

“Bisnis perhotelan kan salah satu sektor yang terdampak pandemi Corona. Dengan hotel menjadi tempat karantina, hotel mendapat pemasukan dari Pemda sehingga pekerjanya yang sempat di-PHK bisa dipekerjakan kembali. Ini kan jadi mengurangi pengangguran,” urai Alexander.

Pihak hotel diminta untuk tidak khawatir jika tempatnya dijadikan wisma karantina pasien Corona. Alexander mengingatkan, pengurusan pasien akan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang disiapkan pemda dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Di Jakarta sudah banyak hotel yang jadi tempat karantina pasien Corona. Setelah selesai, hotelnya sudah bisa dipakai lagi untuk umum seperti biasa,” terangnya.

BACA JUGA :  Hati-hati! Kurus Belum Tentu Terbebas dari Penyakit

Menghadapi permasalahan ini, Pemda juga diharapkan sudah menyiapkan alternatif lain yang bisa dijadikan tempat karantina pasien Corona. Apalagi kasus Corona di Babel semakin meningkat sehingga perlu ada penambahan fasilitas kesehatan dan wisma karantina.

“Pemda harus mencari potensi lainnya terkait dengan fasilitas pelayanan pasien Covid karena kita tahu sekarang pasien Corona terus menerus membludak di Babel,” imbau Alexander.

Kepada masyarakat, Alexander mengimbau agar terus patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) untuk menghindari penyebaran Covid-19. “Terapkan 3 M agar tidak menjadi beban bersama, khususnya pemerintah, karena Babel sudah kekurangan fasilitas karantina untuk pasien Corona,” tutupnya. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *