Senator Alexander Minta Pemkab Beltim Tertibkan Tambang Liar di DAS Lenggang

Bagikan:

Pangkalpinang– Anggota DPD RI dari daerah pemilihan (Dapil) Bangka Belitung (Babel) Alexander Fransiscus menyoroti masih banyaknya tambang timah liar di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Aktivitas penambang ilegal tersebut bahkan merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang yang menyebabkan sumber air PDAM Gantung menjadi keruh.

“Banyak sekali di Beltim kita temukan ponton-ponton tambang inkonvensial (TI) dengan sistem rajuk di DAS Lenggang. Aktivitas tambang itu jadi masalah besar dalam pengadaan kebutuhan air bersih untuk masyarakat,” ujar Alexander Fransiscus, Kamis (14/1/2021).

Penertiban aktivitas tambang timah ilegal di Beltim sering sekali dilakukan. Terbaru tim gabungan dari Satpol PP Beltim, TNI/Polri dan dinas terkait melakukan penertiban pada Senin (11/1). Ada puluhan unit TI Rajuk ditemukan bertebaran di sepanjang DAS Lenggang.

“Saya mendapat laporan, air PDAM di Beltim sekarang sangat keruh karena DAS Lenggang yang jadi sumber air dipenuhi TI Rajuk. Ini tidak bisa dibiarkan karena masyarakat yang akhirnya dirugikan tak bisa mendapat air bersih,” tutur Alexander.

Pemda diminta tegas untuk menindak pelaku tambang ilegal yang mencemarkan air di DAS Lenggang. Alexander juga berharap pihak kepolisian untuk tidak takut memproses hukum apabila ditemukannya aktivitas pertambangan yang melanggar hukum.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. Pemkab Beltim harus segera menyelesaikan masalah ini karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ucap Anggota Komite II DPD RI itu.

“Saya yakin aparat sudah tahu betul mengenai maraknya TI Rajuk yang beroperasi di DAS Lenggang. Kita minta tegas beri tindakan kalau memenuhi unsur pidana. Tidak usah takut dengan adanya isu beking-bekingan,” sambung Alexander.

Salah satu senator muda ini juga meminta masalah tambang timah ilegal tersebut menjadi perhatian Bupati Beltim terpilih. Sebab, kata Alexander, masalah tambang ilegal sudah menjadi masalah berkepanjangan yang tak kunjung usai.

BACA JUGA :  Pengendara Motor Ditendang Paspampres Hingga Viral

“Tambang ilegal sudah lama terjadi dan merusak lingkungan. Meski nanti pemimpin berganti, saya kira Pemkab Beltim harus betul-betul mengupayakan penyelesaian masalah ini,” ucapnya.

Alexander meminta Pemkab Beltim mencari solusi bagi para penambang liar agar mata pencahariannya tidak hilang jika TI Rajuk ditertibkan. Pemkab dan instansi terkait diminta duduk bersama dengan para penambang agar menemukan jalan tengah.

“Kita harapkan ada solusi bersama agar masalah lingkungan ini tidak berkepanjangan, tapi juga para penambang liar itu bisa tetap menyambung hidup dengan alternatif pekerjaan lain,” tutup Alexander. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *