Senator Alexander: Mogok Jualan Pedagang Daging Sapi Bisa Rusak Stabilitas Pasar

Alexander Fransiscus (Foto beritababel com)
Alexander Fransiscus (Foto beritababel com)
Bagikan:

JAKARTA – Pedagang sapi di Jadetabek mogok jualan selama tiga hari sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga komoditas tersebut. Anggota Komite II DPD RI Alexander Fransiscus meminta Kementerian Perdagangan segera menstabilkan harga untuk mengatasi keluhan para pedagang.

“Kenaikan harga sapi di pasaran memberatkan para pedagang. Karena harga di tingkat distributor saja sudah tinggi sehingga membuat rugi pedagang di tingkat eceran,” ujar Alexander Fransiscus, Rabu (19/1/2021).

Saat ini, harga daging sapi mencapai Rp 130 ribu per kilogram di tingkat eceran karena harga beli dari distributor meningkat sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kg dari harga terakhir Rp 115 ribu per kg. Pedagang eceran tidak berani menaikkan harga terlalu tinggi mengingat saat ini kondisi ekonomi masyarakat juga sedang susah karena pandemi Corona.

Akhirnya pedagang eceran merugi karena harga modal dan harga jual yang tidak sebanding. Tingginya harga jual sapi juga membuat minat beli masyarakat turun.

“Mogoknya para pedagang sapi berjualan bisa mengakibatkan rusaknya stabilitas pasar karena pasar jadi bergejolak karena masalah ini,” kata Alexander.

Masalah lain yang memicu kenaikan harga daging sapi salah satunya adalah karena ada kenaikan harga daging sapi impor dari negara produsen yakni Australia. Kemungkinan lainnya adalah karena nilai produktivitas negara produsen sapi berkurang.

Faktor lain melonjaknya harga daging sapi disebut-sebut juga karena faktor persaingan dengan pengimpor lain di Asia. Alexander pun menyesalkan kurang tanggapnya pemerintah mengantisipasi masalah ini.

“Daging sapi ini kan salah satu komoditas yang banyak dikomsumsi masyarakat, jika harga tidak terkendali maka yang dirugikan bukan cuma pedagang tetapi juga masyarakat,” sebut senator Dapil Bangka Belitung itu.

BACA JUGA :  Aktivitas di Medsos Kini Dipantau Ketat Polisi Virtual

Alexander berharap pemerintah segera mengambil langkah. Jika tidak, dampaknya pedagang sapi akan mogok jualan secara berkepanjangan.

“Pemerintah harus mampu menstabilkan harga,dan harus mendengarkan jeritan para pedagang yang langsung berhadapan dengan kondisi ini,” ucap Alexander.

“Ini juga jadi tugas Satgas Pangan untuk menelusuri permasalahan melonjaknya harga daging sapi. Pedagang sapi juga mengharapkan pemerintah ikut mengawasi distribusi dari hulu sampai hilir, saya kira keinginan mereka harus didengarkan,” tambahnya.

Alexander pun meminta Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengajak para pedagang sapi agar tidak terlalu lama mogok jualan. Sebab terputusnya rantai distribusi sampai ke rakyat akan menimbulkan efek cukup besar.

“Pedagang harus memikirkan para pelanggan mereka yang punya warung-warung rumahan seperti warung nasi padang yang biasa jualan rendang. Kasihan kan mereka jadi kesulitan cari bahan produksinya,” sebut Alexander.

“Untuk itu saya mengimbau kepada para pedagang agar tidak terlalu lama mogok jualan. Teman-teman pedagang sebaiknya tetap berjualan seperti biasa sambil menunggu langkah pemerintah menangani lonjakan harga daging sapi ini,” tambah salah satu senator muda itu.

Komite II DPD RI yang salah satu tugas bidangnya mengurusi masalah perdagangan itu memastikan akan mengawal masalah tersebut.

“Kami dari Komite II DPD RI berjanji akan melakukan pengawasan sehingga masalah ini cepat terselesaikan,” tutup Alexander. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *