Sentil Pemda, Bustami Zainudin Minta Pendampingan Bagi Keluarga Korban Tidak Hanya Diterapkan Kepolisian

Bagikan:

JAKARTA – Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin turut berduka atas korban jiwa atas insiden jantuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang sebelumnya hilang kontak pada Sabtu (9/1) di Perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Dari informasi yang diterima Bustami, ada tiga warga Lampung yang turut serta dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ-182. Ketiganya berdomisili di Desa Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Bacaan Lainnya

“Saya mengucapkan prihatin dan berduka atas jatuhnya korban jiwa atas kecelakaan itu. Dan saya keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar,” ujar Senator Asal Lampung itu, Selasa (12/1/2021).

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Hari Ini 24 November, Anjlok ke Rp961 Ribu

Atas insiden tersebut, Bustami berhadap Pemerintah Daerah memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga korban baik secara fisik maupun psikologis. “Kehadiran rekan-rekan yang melakukan pendampingan diharapkan mampu memfasilitasi keluarga korban dalam menghadapi emosi negatif,” tutur Bustami.

Ditambahkannya, emosi yang mungkin muncul seperti perasaan duka dan kecemasan khususnya pada keluarga korban saat masih menunggu kabar kejelasan informasi keberadaan keluarganya yang hilang dalam insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya tersebut.

“Secara pribadi saya pun mengucapkan terima kasih kepada Polda Lampung yang bergerak cepat dalam melakukan pendampingan keluarga korban. Harapannya ini pun diikuti Pemerintah Daerah,” ujar mantan Bupati Way Kanan tersebut.

Pendampingan dengan berkomunikasi secara langsung melalui proses konseling menjadi bagian penting untuk memfasilitasi reaksi emosional seperti ungkapan rasa sedih, cemas, marah dan penuh harap dari keluarga kondisi anggota keluarganya yang hilang.

“Dengan layanan dukungan psikososial ini, diharapkan bisa mengurangi beban psikologis keluarga korban agar bisa terus bersabar, dan tetap berdoa terbaik akan nasib para keluarganya atas kecelakaan maut itu,” imbuhnya.

Bustami juga meminta PT Jasa Raharja Lampung lebih tanggap dalam melihat situasi ini. “Jawa Rahaja pasti menunggu identifikasi dari Mabes Polri. Harapannya tidak hanya menunggu, tapi langkah-langkah cepat dalam memberikan santunan harus dipersiapkan secara matang,” pintanya.

BACA JUGA :  Saatnya Petani dan SMK Berkolaborasi, Bustami Zainudin: Melangkah Saja Dulu dari yang Terkecil

Santunan wajib diberikan kepada keluarga korban. Ini sesuai Undang-Undang (UU) No. 33 Tahun 1964, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 15 Tahun 2017 besarnya jaminan yakni Rp50.000.000.

“Jasa Raharja secara nasional juga diharapjan¬† bersiaga secara aktif melakukan pendataan terhadap penumpang dan awak kabin pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu,” imbuhnya.

Untuk diketahui pesawat Sriwijaya Air Boeing 735-500 classic series dengan kode penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak mengalami kecelakaan, setelah sempat kehilangan kontak. Dalam kejadian tersebut tercatat dalam daftar manifest terdapat tiga orang warga Lampung di antara 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *