Seorang Ibu di Medan Jual Anak Kandungnya Demi Beli Sabu

Tersangka ASN alias Nona diamankan Tim Polrestabes Medan karena menjual anaknya ke pria hidung belang. (Istimewa)
Bagikan:

Medan – Anita Sari Nasution alias Nona (42), menjadikan anak kandungnya sebagai pekerja seks komersial (PSK) demi bisa mendapatkan uang yang digunakannya untuk membeli narkoba jenis sabu. Dalam kasus ini, Nona menjadi mucikarinya langsung yang menawarkan anaknya ke lelaki hidung belang.

“Pengakuan tersangka, semua uang yang didapatkan dari hasil menjual anak gadisnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkoba,” terang Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut), AKBP MP Nainggolan, Senin (11/1/2021).

Nona biasa melakukan transaksi dengan para pria hidung belang di hotel-hotel yang ada di Medan. Menurut Nainggolan, warga Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan ini menawarkan putri kandungnya dengan tarif Rp350 ribu. Bahkan Nona mengaku sudah menjajakan anaknya sebagai PSK selama satu tahun.

BACA JUGA :  Terjerat Kasus Penipuan, Kakek Berusia 69 Tahun Diringkus Kejari Maros

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan laporan adanya dugaan perdagangan manusia. Tim Sat Reskrim Polrestabes Medan pun menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kemudian polisi pun melakukan penangkapan terhadap tersangka saat sedang di lobi sebuah hotel di Jalan Dahlia, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sabtu dini hari (9/1/2021).

“Tersangka Anita Sari diamankan di lobi hotel. Sedangkan korban dan seorang pria diamankan di dalam kamar hotel tersebut. Mereka langsung dibawa ke Polrestabes Medan,” imbuh Nainggolan.

Kasus seorang ibu yang menjual anaknya ke pria hidung belang juga pernah terungkap pada 7 Desember 2020 lalu. Kasus yang terjadi di Jakarta ini menimpa seorang anak berusia 11 tahun berinisial CL. Sang ibu menjajakan anaknya kepada temannya melalui aplikasi TikTok.

Untuk sekali pertemuan, CL dikenakan tarif antara Rp3-4 juta. Tak hanya uang, ibu korban juga menerima pembayaran dalam bentuk perhiasan dan handphone. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *