Sering Makan Kerupuk, Picu Hipertensi Hingga Kanker

Ilustrasi kerupuk. Foto: tagar.id
Bagikan:

Jakarta – Masyarakat Indonesia terkenal sebagai pecinta krupuk. Sebagian orang menilai kerupuk mampu menambah cita rasa hidangan yang akan disantap. Dibalik kerenyahannya, jika terlalu sering makan kerupuk memicu terjadinya hipetensi hingga kanker.

Kandungan natrium dari taburan garam dan penyedap membuat kerupuk berasa gurih. Hal ini berdampak jika mengkonsumsinya dalam jumlah banyak dapat memicu resiko hipertensi.

Dalam beberapa kasus, terdapat oknum-oknum jahat yang mengolah krupuk dengan dicampur bahan kimia berbahaya seperti zat pewarna tekstil, boraks, ataupun plastik. Bahan berbahaya ini apabila kerap masuk dalam tubuh akan memberatkan kerja ginjal. Maka resiko terkena gagal ginjal pun meningkat.

BACA JUGA :  Hati-hati! Kurus Belum Tentu Terbebas dari Penyakit

Selain berwarna putih, dikenal pula krupuk berwarna. Pigmen warna pada kerupuk disebabkan saat proses pembuatan, adona dicampur dengan bahan pewarna. Zat pewarna yang digunakan biasanya adalah zat pewarna tekstil  karena harganya murah. Karena sifat karsinogen yang dibawa oleh zat pewarna buatan ini, dapat memicu resiko terjangkit berbagai jenis kanker.

Salah satu hal yang tidak kalah penting yaitu kandungan kalori dan lemak pada krupuk yang memicu kegemukan. Kandungan ini berasal dari minyak yang digunakan untuk menggorengnya.

Melihat fakta ini, hindari mengkonsumsi krupuk secara berlebih, ya. Segala sesuatu yang berlebihan pasti menimbulkan efek samping. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar