Siap-Siap! Risma Akan Bagikan Bansos kepada 1.600 Warga Terlantar

Mensos Tri Rismaharini saat blusukan menemui Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di kawasan Sudirman-Thamrin. (Foto: Kemensos)
Mensos Tri Rismaharini saat blusukan menemui Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di kawasan Sudirman-Thamrin. (Foto: Kemensos)
Bagikan:

Jakarta – Tri Rismaharini, Menteri Sosial RI bersama Disdukcapil DKI Jakarta dan Kemendagri RI melakukan perekaman data kependudukan untuk 1.600 warga terlantar.

“Ada sekitar 1.600 warga yang masuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan kita catat data kependudukannya di Jakarta. Hal ini bertujuan untuk bisa keluar dari kemiskinan,” ujar Risma, di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ia merencanakan dan menindaklanjuti terkait evaluasi satu per satu lalu diklasifikasikan sesuai kondisinya. Hal tersebut diperlukan untuk penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.

“Kami akan merencanakan program bantuan sosial ini pada bulan Februari 2021 mendatang,” ujarnya.

Risma menambahkan, perekaman data ini akan dilanjutkan ke beberapa kota seperti Bandung, Papua, dan Sulawesi. Beberapa kota yang disebutkan, memiliki Unit Pelayanan Teknis Kemensos RI.

Risma akan terus melakukan perekaman data sambil terus melakukan perbaikan. Selain itu, ia akan melakukan launching Kartu Penerima Manfaat (KPM) Penerima Bansos di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) telah  menyalurkan bantuan sosial 2021 pada Senin (4/1/21). Hal itu disampaikan Direktur Jendral Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos, Asep Sasa Purnama, Minggu (3/1/21).

“Insya Allah, akan ada Acara Penyaluran Bansos 2021 oleh Bapak Presiden tanggal 4 Januari 2021 pukul 14.00 WIB di Istana Presiden,” kata Asep.

Asep menjelaskan, ada tiga jenis bansos yang akan cair pada tahun ini. Salah satunya bantuan yang cari hari ini adalah Bantuan Sosial Tunai (BST).

BACA JUGA :  Jelang Musim Kemarau, Peternak Perlu Belajar Membuat Hay dan Silase

Program tersebut akan disalurkan selama empat bulan, mulai dari Januari hingga April. Masing-masing penerima BST akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp300.000.

Asep menyatakan, akan ada 10 juta penerima bansos tahun ini. Penyaluran BST akan dilakukan dengan pengiriman langsung ke penerima melalui pos.

Pemerintah juga akan menyalurkan dua bansos lainnya, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako dengan total sebanyak 38,8 juta penerima.

Untuk mengetahui daftar penerima bantuan tersebut, masyarakat bisa mengunjungi laman Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Berikut langkahnya:

  1. Kunjungi situs https://dtks.kemensos.go.id.
  2. Pada bagian paling atas, tersedia beberapa kolom pencarian penerima bantuan sosial tunai (BST).
  3. Pilih ID, ada tiga jenis ID yaitu ID DTKS/BDT, Nomor PBI JK/KIS, dan NIK. Adapun ID DTKS adalah ID Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Biasanya itu tersimpan di dinas sosial kabupaten kota. Jika tidak mempunyai, maka bisa memilih opsi NIK atau Nomor Induk Kependudukan atau nomor PBI JK/KIS.
  4. Masukkan Nomor Kepesertaan dari ID yang dipilih.
  5. Masukkan Nama yang sesuai dengan ID yang dipilih.
  6. Masukkan dua kata yang tertera dalam kotak box captcha.
  7. Klik “Cari”.
Bagikan:

Pos terkait