Siap Terima Vaksin? Ini Beberapa Persyaratan yang Harus Dipenuhi!

Ilustrasi vaksin Covid-19.
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: Daniel Schludi on Unsplash)
Bagikan:

Jakarta – Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui persyaratan warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Penerima vaksin Sinovac haru memenuhi beberapa syarat terkait dengan kondisi kesehatan. Ari Fahrial Syam, Dekan FKUI mengungkapkan, syaran pemberian vaksin pada dasarnya sama dengan pemberian vaksin pada umumnya.

Bacaan Lainnya

“Yang utama, kondisi sakit kronis dan tidak terkontrol atau memiliki tanda-tanda infeksi akut tak dianjurkan untuk menggunakan vaksin ini. Yang kedua, tentunya penerima vaksin harus dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk pasien dengan penyakit autoimun (sistem kekebalan menyerang tubuh sendiri), apalagi dalam kondisi akut atau sedang terkontrol dengan obat-obat penekan sistem imun, dikategorikan belum layak untuk mandapatkan vaksinasi Sinovac.

“Seseorang yang memiliki riwayat penyakit autoimun memang bisa mengenai banyak organ termasuk organ gastrointestinal, yaitu penyakit inflammatory bowel disease (IBD). Untuk itu, tak semua penyakit gastrointestinal itu tidak boleh mendapat Covid-19, hanya pasien IBD dan itu pun jika kondisinya akut dan dalam terapi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pasien dengan masalah lambung atau dikenal sebagai sakit maag tidak ada masalah untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Disimpulkan, bagi masyarakat yang memiliki riwayat alergi dengan pemberian vaksin sebelumnya, tidak diperbolehkan menerima vaksin ini.

Seperti yang diketahui sebelumnya, vaksin Sinovac ini diberikan untuk orang dewasa sehat usia 18-59 tahun. Penerima vaksin akan mendapatkan penjelasan dan menandatangani surat persetujuan setelah peserta menyetujui untuk mengikuti aturan dan jadwal imunisasi.

Perlu diketahui, penyuntikan vaksin ini berlangsung dua kali dengan jarak dua minggu. Berdasarkan rekomendasi PAPDI tertulis petunjuk teknis untuk penerima vaksin sinovac dan beberapa kondisi tertentu yang disarankan tidak melakukan vaksinasi yakni:

BACA JUGA :  Meski Aman, Vaksin Covid-19 Miliki Efek Samping, Berikut Daftarnya

1. Jika penerima vaksin sedang demam (≥ 37,5 derajat C), maka vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan tidak terbukti menderita COVID-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

2. Jika pengukuran tekanan darah mendapatkan hasil tinggi maka vaksinasi tidak diberikan terlebih dahulu.

3. Jika ada jawaban “iya” pada salah satu pertanyaan nomor 1 – 13 pada formulir, maka vaksinasi tidak bisa diberikan.

4. Jika Penderita diabetes tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, maka dapat diberikan vaksinasi.

5. Jika menderita HIV, tanyakan angka CD4 nya. Jika CD4 <200 atau tidak diketahui maka vaksinasi belum bisa diberikan.

6. Jika ada jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 16 maka vaksinasi akan ditunda

7. Jika ada penerima vaksin menderita penyakit paru dan asma, maka vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik.

8. Untuk pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, jika minimal setelah dua minggu mendapat obat tuberkulosis

9. Untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format skrining ini dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *