Siapkan Modal Rp75 T, Sri Mulyani Klaim Mampu Hasilkan Rp225 T

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia
Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia (Foto: Humas Kementerian Keuangan)
Bagikan:

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima Surat Presiden RI (Surpres) entang Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Surat Presiden RI No R-03/Pres/01/2021 itu berisi nama-nama Dewan Pengawas LPI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan surat tersebut kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/1/2021)

Bacaan Lainnya

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Sri Mulyani Indrawati menyerahkan Surat Presiden (Surpres) kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.

“Pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) adalah salah satu amanat dari Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker),” ujar Puan.

Putri dari Megawati Soekarno Putri itu mengatakan, pembentukan Lembaga Pengelola Investasi dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi nilai aset secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan sesuai Pasal 165 UU Ciptaker.

“Kami sampaikan, organ Lembaga Pengelola Investasi terdiri atas Dewan Pengawas dan Dewan Direktur. Adapun Dewan Pengawas terdiri dari para menteri dan unsur profesional yang diangkat oleh Presiden,” ungkap alumni Universitas Indonesia tersebut..

Menurut perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI menyebutkan, nama-nama yang dikirim Presiden Joko Widodo sebagai Dewan Pengawas LPI akan dikonsultasikan dengan DPR RI.

“Sesuai UU Ciptaker, diharapkan hal ini segera terwujud dan mulai beroperasi Januari 2021,” kata Puan.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan pemerintah Indonesia akan menyiapkan modal awal sekitar Rp15 triliun hingga 75 triliun untuk membentuk LPI atau SWF.

BACA JUGA :  Tak Terpakai, Lahan Pangan 1.100 Hektare Milik Perhutani Jadi Sarang Babi Hutan

Memiliki modal sebesar itu, Sri Mulyani menjelaskan LPI akan mampu menarik atau mengelola investasi yang masuk ke Tanah Air sekitar Rp225 triliun atau tiga kali lipat dari modal awal.

Cucu Soekarno ini berharap, nilai investasi sebesar itu dapat menggerakkan perekonomian Indonesia dan menyerap tenaga kerja.

“Dengan menarik dana investasi tiga kali lipat sekitar Rp 225 triliun, tentu akan menggerakkan ekonomi dan mengatasi pengangguran sesuai semangat UU Cipta Kerja,” ungkap Puan.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *