Simpul Transaksi Senpi Berpusat di Nabire, Azis Syamsuddin Minta Bareskrim Turun Tangan

Bagikan:

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta Bareskrim Mabes Polri bersama TNI dan lintas sektoral lainnya ikut membantu dalam upaya membongkar jaringan penjualan senjata api ke Papua yang selama ini disuplai ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ini setelah tertangkapnya DPO Naftali Tipagau alias Niel Tipagau alias Nataniel Tipagau sosok yang dikenal pemasok senjata dan amunisi untuk KKB. Dari keterangan pria berusia 25 tahun tersebut, akan didapat informasi awal bagaimana transaksi itu dilakukan hingga tokoh-tokoh yang berperan dalam bisnis gelap itu.

“Dari keterangan pelaku saya meyakini ada petunjuk. Bagaimana mereka mendapatkan senjata api termasuk amunisi. Poin penting yang bisa kita tangkap dari kasus ini, adalah jalur suplai. Bagaimana peta distribusi, sampai wilayah transaksi itu terpusat,” ungkap Azis Syamsuddin dalam keterangannya, Kamis (7/1/2021).

Azis mengaku juga mendapatkan informasi, jika Nabire menjadi pintu masuk pengiriman senjata api dan amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata tersebut. “Saya merasa pelaku bukan tunggal. Ada peran serta beberapa pihak yang terlibat dalam memasok senpi ke dalam wilayah Papua,” terang Azis.

Terbukti dari keterangan Polda Papua, sambung Azis, Anggota Brimob yang ditangkap 2020 lalu di Nabire, hanya sebagai pengantar yang membawa senpi pesanan ke Nabire. Meski demikian, rentang waktu dan komunikasi yang cukup lama memungkinkan bawah oknum Brimob itu pun paham dari mana sumber pendanaan berasal termasuk tokohnya.

“Dalam penjelasan Kepolian sudah jelas tersangka termasuk anggota Brimob yang bertugas di Kelapa Dua bahwa senpi diterima dari berbagai pihak yang dikenal dari perkumpulan menembak dan itu bukan yang pertama senjata dibawa ke Nabire,” terang Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

BACA JUGA :  Alexander Fransiscus: Pemda Babel Harus Sikapi Serius Tingginya Penambahan Kasus Corona

Para tersangka mengakui senjata itu diterima dari para pihak yang tergabung dalam organisasi menembak sehingga meminta Bareskrim untuk menelusuri dan mengungkap kasus tersebut bekerjasama dengan lintas sektor.

“Jika kita cermati dari pernyataan Kapolda Papua, dan beberapa hal terkait distribusi senpi ini, bisa disimpulkan bahwa Nabire menjadi kota transit penyelundupan senpi dan amunisi sebelum diserahkan ke KKB. Ini catatan penting, yang harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum,” ungkap Azis.

Dipilinya Nabire diduga karena wilayah itu luas dan terhubung dengan jalan darat kebeberapa kabupaten disekitar sehingga memudahkan kelompok-kelompok tersebut memasok senpi maupun amunisi atau keduanya ke KKB.

DPR juga meminta, selain membongkar penyelundupan senpi yang melibatkan anggota, juga dibongkar penyelundupan senpi asal Philipina yang masuk ke Indonesia melalui Sanger Talaud, Sulawesi Utara. “Kami minta perhatian dan tindaklanjutnya, agar terciptas situasi aman dan nyaman untuk masyarakat,” tegas Azis Syamsuddin. (ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *