Siswi SD Jadi Korban Perundungan Polisi Selidiki 7 Siswi SMP di Gresik

Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar SH, SIK, MSi menunjukkan barang bukti terkait kasus perundungan anak di Mapolres Gresik, Jumat (8/1/2021). (Istimewa)
Bagikan:

Gresik – ZR, siswi SD yang menjadi korban perundungan memutuskan melapor ke Mapolres Gresik, Jawa Timur usai videonya viral di media sosial. Pada video berdurasi 29 detik itu, terlihat aksi penganiayaan yang dilakukan sekitar 7 pelaku yang masih duduk di bangku SMP kepada korban. Korban dipukul dan ditendang.

“Polisi sudah memeriksa ketujuh terduga pelaku. Kami juga sudah mengumpulkan dan mengamankan sejumlah barang bukti, seperti baju yang dipakai korban dan 7 handphone,” ungkap Wakil Kepala Polres Gresik Kompol Eko Iskandar SH, SIK, MSi. di Mapolres Gresik, Jumat (8/1/2021).

Kasus ini pun sudah ditangani oleh tim penyidik Satreskrim Polres Gresik. Tim penyidik saat ini masih menetapkan status para pelaku sebagai saksi, termasuk pengunggah videonya. Polisi juga menemukan adanya temuan bahwa korban turut dianiaya oleh teman seusianya.

BACA JUGA :  Tilep Dana Bansos Covid-19 untuk Judi, Kades Terancam Hukuman Mati

Selain itu, korban juga sudha menjalani visum. Akibat perundungan tersebut, korban mengalami trauma. Karena itu, Eko menyebut pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pendampingan terhadap korban.

“Polres bersama dinas terkait serta Pusat Layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) melakukan pendampingan serta konseling agar tidak ada trauma di kemudian hari,” terangnya.

Terkait motifnya, Eko menyebut sejauh ini aksi perundungan terjadi karena asmara. Pelaku marah setelah tahu korban sempat kencan dengan teman laki-lakinya. Penganiayaan dilakukan di Alun-Alun Gresdik, pada Rabu (6/1/2021).

“Sementara pelaku perundungan di Kabupaten Gresik yang korbannya masih kelas 6 SD ini disangkakan Polres Gresik dengan Pasal 80 Ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal penjara 3 tahun enam bulan atau denda Rp 72 Juta,” jelas Eko. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *