Soal Investasi Mobil Listrik, Dharma Setiawan Minta Pemerintah Libatkan Pengusaha Lokal

Dharma Setiawan - Anggota Komite II DPD RI (Foto : Warta Rakyat)
Dharma Setiawan - Anggota Komite II DPD RI (Foto : Warta Rakyat)
Bagikan:

JAKARTA – Kesiapan Indonesia untuk menjadi pemain utama industri mobil listrik harus dibuktikan dengan realisasi dan kerja keras seluruh komponen pemangku kebijakan dan pelaku bisnis. Terlebih ini merupakan terobosan baru di dunia industri di Indonesia.

“Saya kagum dengan langkah maju ini. Gagasan yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir menarik, apalagi mobil listrik yang digagas sudah dicoba oleh tim PLN dari Jakarta ke Bali,” ungkap Anggota Komite II DPD RI Dharma Setiawan, Rabu (6/1/2021).

Senator asal Kepulauan Riau itu menambahkan, dengan adanya mobil listrik secara kalkulasi menekan biaya yang selama ini tersedot dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih di masa pandemi saat ini.

“Kalau hitung-hitungannya BBM ongkosnya Rp1,1 juta, maka dengan mobil listrik hanya Rp200 ribu. Ini penghematan yang luar biasa. Asal konsep ini didukung dengan penyediaan sarana stasiun pengisian kendaraan listrik (charging station),” pinta Dharma Setiawan.

Mobil listrik punya banyak manfaat. Tak hanya manfaat bagi ekonomi melainkan manfaat bagi lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“Mobil listrik lebih ramah lingkungan. Emisi yang dihasilkan lebih rendah dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak, sehingga akan mengurangi polusi udara dan juga polusi suara. Bahkan PLN memberikan diskon 30 persen untuk isi daya di malam hari,” tuturnya.

Pada posisi ini, Dharma Setiawan berharap semua pihak harus menjaga ketahanan energi nasional. Mobil listrik adalah solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa ke luar negeri.

“DPD mendukung ini dan kita berharap kepada Pemerintah mampu memastikan proyek pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi antara LG Energy Solution Ltd maupun konsorsium BUMN. Dengan begitu akan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja lokal,” urainya.

BACA JUGA :  Sebatang Rokok Jadi Pemicu Bentrok Polisi-TNI AU di Bandara Mamuju

Dharma Setiawan menekankan, Pemerintah harus pula mampu menekankan kerja sama antara pengusaha nasional di daerah, maupun pengusahan Internasional dalam sisi investasi mobil listrik ini.

“Pada bagian-bagian seperti ini kita harus cermati. Jangan sampai harapan yang dirintis, gagal di tengah jalan karena desakan investor. Baik soal permintaan tenaga kerja murah sampai hal-hal lain yang menggerus kekuatan lobi kita,” pungkas Dharma Setiawan. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *