Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Anggota Komite II DPD Ini Minta Pengawasan Pesawat Diperketat

Bagikan:

Anggota Komite II DPD RI Alexander Fransiscus menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182. Ia pun meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan terhadap armada penerbangan.

“Sungguh jatuhnya pesawat Sriwijaya di perairan Kepulauan Seribu memukul hati kita semua. Saya sampaikan turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban,” ujar Alexander Fransiscus, Selasa (12/1/2021).

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh pada Sabtu (9/1) sore di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang. Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu membawa 62 orang, termasuk 12 crew.

Alex meminta hak-hak korban dapat diberikan secepat mungkin, termasuk asuransi kepada ahli warisnya. Ia pun berharap pihak keluarga korban bisa tabah menerima musibah mengenaskan ini.

“Mari kita berdoa agar arwah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya diterima di sisi-Nya,” kata Alex.

Senator asal Dapil Bangka Belitung (Babel) itu juga meminta Pemda yang warganya menjadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ182 untuk memastikan santunan kepada keluarga korban diberikan. Alex menyoroti mengenai kabar adanya satu keluarga dari Babel yang menjadi korban.

“Saya mendapat informasi ada satu keluarga yang berangkat dari Babel. Keluarga ini terdiri dari 5 orang hendak ke Pontianak tapi transit dulu di Jakarta. Mereka ikut penerbangan Pesawat Sriwijaya SJ182 dari Jakarta menuju Pontianak yang jatuh itu,” kata mantan Anggota DPRD Babel tersebut.

“Saya minta Pemprov Babel untuk memeriksa informasi ini. Atas nama keluarga Rosiana Wahyuni. Apakah beliau dan keluarganya yang menjadi korban merupakan warga Babel. Jika benar, pemda harus ikut memberi pendampingan,” sambung Alex.

Hingga Senin (11/1) malam, tim SAR gabungan sudah mengevakuasi 74 kantong jenazah berisi potongan tubuh korban. Bagian tubuh korban sudah diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Alex berharap agar jenazah korban dapat ditemukan seluruhnya.

BACA JUGA :  Korban Longsor Sumedang: Semua Korban Ditemukan, Evakuasi Ditutup Pada Hari ke-10

“Kita juga berharap agar black box pesawat bisa cepat ditemukan sehingga penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat bisa segera dilakukan, jadi supaya clear penyebab jatuhnya apa. Kita dukung para penyelam dan personel gabungan yang bekerja keras melakukan proses pencarian,” tambah salah satu senator muda ini.

Terkait armada pesawat yang jatuh, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pesawat Sriwijaya Air SJ182 dalam kondisi layak terbang sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat berjenis Boeing 737-500 tersebut memiliki Certificate Airworthiness (Sertifikat Kelayakudaraan) yang diterbitkan oleh Kemenhub, yang masih berlaku hingga 17 Desember 2021.

Meski begitu, Alex tetap meminta agar peristiwa jatuhnya Pesawat Sriwijaya dijadikan pelajaran. Ia meminta Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub untuk terus melakukan pengawasan rutin.

Komite II DPD RI yang salah satu bidang tugasnya mengenai perhubungan memastikan akan mengawal kasus jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 mulai dari hulu hingga hilir, termasuk proses pengawasan pesawat.

“Pengawasan terhadap seluruh armada penerbangan harus rutin dilakukan oleh Kemenhub. Pengawasan ini termasuk pemeriksaan semua pesawat yang tidak beroperasi sehingga Kelaikudaraan pesawat tetap terjamin. Proses pengawasan penerbangan harus semakin diperketat,” tutup Alex. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *