Status Kehalalan Vaksin Sinovac Akan Diputuskan MUI Sebelum 13 Januari

LPPOM MUI, Muti Arintawati
LPPOM MUI, Muti Arintawati
Bagikan:

Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Muti Arintawati memberi kabar bila status kehalalan vaksin Sinovac akan diputuskan MUI sebelum 13 Januari 2021.

“Insyaallah,” jawab singkat Muti ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/1/2021).

Bacaan Lainnya

Muti menceritakan proses audit vaksin Sinovac di China pada 2020 lalu. Dikatakan Muti, MUI diwakili dua orang ke pabrik vaksin Sinovac. Satu orang dari LPPOM dan satu orang lagi dari Komisi Fatwa MUI. Di sana, tim LPPOM meneliti proses produksi dan bahan-bahan vaksin yang digunakan.

“Namun, karena produsen membeli bahan-bahan vaksin dari pihak ketiga, maka perlu ada informasi dari perusahaan setelah audit lokasi dilakukan,” terang Muti.

Muti mengatakan, cepat atau lambatnya proses sertifikasi halal ditentukan oleh keseriusan produsen vaksin dalam memenuhi sistem jaminan halal (SJH).

Muti mengungkapkan dalam Islam obat itu prinsipnya harus halal. Tetapi dalam kondisi tertentu atau darurat diperbolehkan berobat dengan yang tidak halal.

“Misalnya tidak ada pilihan lainnya dan dapat menyebabkan kematian itu diperbolehkan dalam fatwa MUI,” jelas Muti.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa dan Urusan Halal Dr HM Asrorun Niam Sholeh, MA., mengatakan MUI telah merampungkan proses audit lapangan pada Selasa (5/1/2021).

“Alhamdulillah, Selasa (5/1/2021) tim auditor MUI telah menuntaskan pelaksanaan audit lapangan terhadap vaksin Sinovac. Mulai di perusahaan Sinovac di Beijing dan yang terakhir di Biofarma Bandung,” ungkap Niam.

Menurut Niam, selanjutnya Komisi Fatwa akan melaksanakan sidang pleno untuk membahas aspek syar’i. Sidang Pleno tersebut dilaksanakan pasca menerima laporan, penjelasan, dan pendalaman dari tim auditor.

BACA JUGA :  Potensi Besar, Sandiaga Ingin Pariwisata Indonesia Ramah Digital Nomad

“Dalam kasempatan pertama, tim auditor akan merampungkan kajiannya dan akan dilaporkan ke dalam,” kata dia.

Pemerintah memutuskan akan memulai vaksinasi Covid-19 pada pekan kedua Januari 2021. Untuk gelombang pertama vaksinasi dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2021.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *