Studi Terbaru: Vaksin Covid-19 Pfizer Efektif Lindungi Remaja Usia 12-15 Tahun

Vaksin Pfizer BioNTech (sumber: klikdokter)
Bagikan:

Jakarta – Bersadarkan temuan terbaru peneliti Pfizer dan BioNTech menunjukan, vaksin yang mereka produksi 100 persen efektif melindungi remaja usia 12 hingga 15 tahun dari paparan virus Covid-19. Vaksin ini pun diberi nama BNT162b2.

“Vaksin Pfizer memberikan hasil tanggapan antibodi yang kuat pada usia 12 hingga 15 tahun. Hasil ini melebihi apa yang tercatat sebelumnya pada peserta vaksinasi berusia 16 hingga 25 tahun dan dapat ditoleransi dengan baik,” tulis laporan Pfizer, dikutip dari Fox News, Kamis (1/4/2021).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Cegah Penularan Covid-19, KLHK Atur Pengelolaan Limbah B3

Pada penelitian ini, vaksin Pfizer diuji cobakan pada 2.600 remaja dan melibatkan 18 kasus Covid-19 di antara kelompok plasebo, dan semuanya belum pernah divaksinasi. Efek samping yang terjadi konsisten seperti apa yang dilihat pada uji coba kelompok usia 16 hingga 25 tahun. Para peserta akan terus dipantau untuk perlindungan dan keamanan jangka panjang selama dua tahun ke depan.

Data yang diperoleh dari penelitian ini rencananya akan dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) sebagai bagian dari permintaan penerbitan Emergency Use Authorization (EUA).

“Kami terus berupaya agar vaksin buatan kami dapa digunakan pada rentang usia yang lebih muda. Tentunya didorong berdasarkan data ilmiah uji klinis pada remaja usia 12 hingga 15 tahun,” kata Albert Bourla, ketua dan kepala eksekutif Pfizer.

BACA JUGA :  DPD RI Ungkap Kunci Keberhasilan Hentikan Penyebaran Virus Covid-19

Ia juga berharap, bagi negara yang sudah menerima vaksin Pfizer bisa melakukan vaksinasi pada remaja usia 12 hingga 15 tahun sebelum memulai tahun ajaran baru sekolah Juni mendatang.

Sukses dengan uji klinis vaksin Covid-19 pada remaja usia 12 hingga 16 tahun, kini peneliti Pfizer tengah melakukan uji klinis pada rentang usia enam hingga 11 tahun . Studi ini telah dimulai sejak pekan lalu. Uji klinis ini berfokus pada keamanan vaksin, tolerabilitas, dan imunogenisitas di antara anak-anak yang berusia lebih muda. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *