Sudahi Polemik, Keluarga Habib Hasan Hentikan Tahlil

Kerumunan saat keranda jenazah Habib Hasan mau disholatkan di Masjid Agung Al Anwar, Pasuruan
Kerumunan saat keranda jenazah Habib Hasan mau disholatkan di Masjid Agung Al Anwar, Pasuruan
Bagikan:

PASURUAN – Empat hari pasca wafatnya almarhum Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, pihak keluarga masih menggelar tahlil di rumah duka, jalan Jawa, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Hanya saja, pada tahlil hari ke 4 semalam, protokol kesehatan diterapkan lebih ketat. Sebelum masuk ke sekitar rumah duka, warga yang akan tahlil harus menjalani rapid tes, mencuci tangan serta wajib mengenakan masker.

Seusai tahlil, keluarga memberikan klarifikasi terkait kerumunan massal yang terhadi saat pemakaman Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf. Pihak keluarga menyebut, kejadian itu diluar prediksi.

“Jadi tidak bisa mendeteksi siapapun jamaahnya, sehingga kami dari keluarga pun tidak menyangka akan ada lonjakan manusia saat salat jenazah kemarin. Ikhtiar sudah kami lakukan sebisa mungkin,” kata Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf, putra almarhum Habib Hasan.

Pihak keluarga meminta maaf karena proses pemakaman Habib Hasan menimbulkan polemik, meski kejadian itu terjadi tanpa rencana. Menurut putra tertua Habib Hasan tersebut, selama hidup, Habib Hasan tak memiliki pondok pesantren atau tergabung dalam ormas tertentu. Oleh karenanya, keluarga meminta maaf atas polemik yang terjadi dan tidak perlu saling menyalahkan.

“Ini adalah kejadian yang tidak dikondisikan, semuanya serba spontan dan almarhum ayah saya bukan orang yang berdakwah dengan berceramah di atas mimbar, tidak ada afiliasi dengan ormas apapun, sehingga dari pihak keamanan tidak mendeteksi. Artinya tidak menyangka bahwa lonjakan manusia akan seperti itu,” paparnya.

Ia menambahkan, pihak keluarga saat itu juga tidak menyadari bahwa ribuan manusia datang ke masjid Agung Al-Anwar untuk mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir. Begitu sadar, keluarga berupaya mensiasati.

“Pihak keluarga mencoba menyiasati setelah salat jenazah. Jamaah dipersilahkan salat ashar, jenazah ditaruh di tempat transit, padahal jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan. Hal tersebut dilakukan agar tidak membludak lagi disaat pemakaman,” urainya.

BACA JUGA :  Jenazah Covid-19 Hilang dari Makamnya

Untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 pasca kejadian itu, sambung Habib Abu Bakar, ikhtiar bersama sudah dilakukan. Satgas Covid-19 Kota Pasuruan sudah melakukan tracing, mulai dari keluarga hingga seluruh pengurus masjid Agung Al-Anwar.

“Sudah dirapid test, penyemprotan dan seterusnya. Semuanya sudah berjalan, sangsi administratif sudah diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku, semua sudah dilakukan,” pungkas putra tertua Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf.

Yang perlu ditekankan, sambungnya, tidak ada pihak manapun yang perlu disalahkan. “Dari keluarga tidak salah, Satgas Covid-19 juga tidak salah, jadi semua tidak ada yang perlu disalahkan. Karena ini kejadian yang tidak dikondisikan, semuanya spontanitas,” tegasnya.

Tahlil semalam merupakan tahlil terakhir. Pihak keluarga selanjutnya akan menghentikan tahlil yang melibatkan banyak massa demi mengakhiri polemik dan menyudahi pemberitaan kasus kerumunan pemakaman Habib Hasan, agar keluarga almarhum lebih tenang.

“Kami dalam keadaan berduka, kami tidak ingin terganggu dengan pemberitaan apapun yang macam-macam. Kami ingin ayahanda juga beristirahat dengan tenang di alam barzah,” sambung dia.

Sebagaimana diketahui, ribuan pelayat mengiringi pemakaman Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, Minggu (27/12/2020). Kasus ini kemudian menjadi sorotan pihak Kepolisian dan Satgas Covid-19 setelah beberapa unggahan video yang menampilkan gambar ribuan pelayat jenazah Habib Hasan Bin Muhammad Bin Hud Assegaf yang hendak dishalatkan berkerumun dan berdesakan di Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan. Video yang kemudian viral di media sosial (medsos).

Kejadian itu dinilai melanggar protokol kesehatan karena melibatkan ribuan massa ditengah pandemi.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *