Sukseskan Program Vaksinasi, Idris: Kita Harus Jadi Teladan Hentikan Wabah Covid-19

ilustrasi
ilustrasi
Bagikan:

JAKARTA – Anggota Komite I DPD RI Idris mengaku perihatin dengan masifnya penularan COVID-19 di Provinsi Kalimantan Timur.  Bahkan, kasus yang muncul lebih didominasi peningkatan kasus aktif dengan adanya penambahan 394 kasus terkonfirmasi positif hingga Minggu pertama di bulan Januari 2021.

Idris mengatakan, dari laporan yang diterima ada tiga wilayah menjadi penyumbang terbanyak penambahan kasus aktif, yakni Balikpapan 100 kasus, Kutai Timur 86 kasus, dan Samarinda 61 kasus. Angka ini diyakini akan terus bertambah, sejak disiplin penggunaan masker menurun.

Bacaan Lainnya

Tambahan kasus aktif lainnya, terang Idris berada di Berau dengan 40 kasus, Kutai Barat 49 kasus, Mahakam Ulu 17 kasus, Paser sembilan kasus, Penajam Paser Utara 11 kasus, dan Bontang 21 kasus.

BACA JUGA :  Jokowi Targetkan Masyarakat Umum Divaksin Corona Mulai Pertengahan Februari 2021

“Saya prihatin dengan masifnya penambahan kasus baru hingga pekan ini. Akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim menembus angka 30.118 kasus. Harus ada langkah tegas dari Satgas Covid-19. Ini pun harus menjadi pusat perhatian Pemerintah Daerah,” terang Idris dalam keterangan resminya, Minggu (10/1/2021).

Idris menyebutkan terjadi penambahan pasien sembuh 193 kasus dengan rincian di Berau 33 kasus, Kutai Kartanegara 34 kasus, Kutai Timur 30 kasus, Mahakam Ulu satu kasus, Paser empat kasus.

Selanjutnya, Penajam Paser Utara 10 kasus, Balikpapan 65 kasus, Bontang dan Samarinda, masing-masing delapan kasus. “Secara keseluruhan untuk kasus pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 24.700 kasus,” kata dia.

Idris kembali mengingatkan bahaya virus corona dan mengajak semua elemen masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi COVID-19 yang sudah disebar di seluruh daerah.

“Virus corona jangan dianggap remeh, ancamannya nyata dan terbukti dimana banyak korbannya termasuk sejumlah pejabat, anggota DPRD Kaltim serta sahabat-sahabat kita, keluarga dan teman,” imbuhnya.

Idris berharap semua elemen masyarakat bersama memerangi penyebaran virus tersebut dengan disiplin mematuhi anjuran pemerintah menerapkan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

BACA JUGA :  Kemenkes Tengah Bahas Wacana Vaksinasi Mandiri Covid-19

Idris mengaku telah mengikuti perkembangan kasus COVID-19, baik internasional, nasional maupun di Kaltim. Jalan satu-satunya dalam menghentikan wabah virus mematikan ini dengan menerapkan protokol kesehatan oleh masing-masing individu masyarakat.

“Kita harus menjadi teladan atau contoh kepada masyarakat, vaksin yang sudah datang di Kaltim saat ini merupakan vaksin yang sudah melalui uji klinis, karenanya kebersamaan dan dukungan semua pihak menjadi salah satu kunci untuk menekan penyebaran virus corona,” terang Idris. (ijs/ful

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *