Sulbar Miliki Sejarah Tsunami 1969, BKMG Ingatkan Hal Ini

Ilustrasi gempa susulan di Sulbar.
Ilustrasi perubahan cuaca. (Foto: BMKG)
Bagikan:

Mamuju – Masyarakat Mamuju-Majene lebih waspada dengan efek gempa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan salah satu bagian barat Provinsi Sulawesi Barat pernah terjadi Tsunami pada 1969.

Daryono, Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengungkapkan, pernah terjadi gempa magnitudo 6,9 dan diikuti tsunami setinggi 10 meter, telah menewaskan 63 orang.

Bacaan Lainnya

Ia menginginkan masyarakat yang berada di wilayah pesisir Sulawes Barat agar lebih waspada bila merasakan gempa yang cukup kuat. Warga diharapkan segera menjauh dari sekitar pantai tanpa menunggu peringatan tsunami dari BMKG.

Meski demikian, Daryono mengingatkan masyarakat tidak mudah dengan berita hoaks. Mulai dari ramalan gempa dengan magnitudo lebih besar hingga terjadi tsunami di Sulawesi Barat.

Dia mengingatkan, BMKG hingga saat ini tak memprediksi akan terjadi gempa bumi dengan magnitudo besar ataupun Tsunami di Mamuju atau Majene hingga saat ini.

“Mengenai info tentang ramalan, sebenarnya semua masyarakat harus tetap siaga. Namun hingga saat ini, kami tak memprediksi akan terjadi gempa maupun tsunami. Namun, bila kita melihat gempa yang terjadi di Lombok pada tahun 2018, rentetan gempa akan terus berdatangan. Untuk itu warga diharapkan membangun kesiapsiagaan,” ujar Daryono ketika diwawancara CNN Indonesia TV.

Menurutnya, warga tetap waspada karena Majene dan Mamuju memiliki magnitudo target mencapai 7,0 skala richter.

“Hal ini tidak salah bila himbauan masyarakat untuk waspada mengenai rentetan gempa susulan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Gempa M 5,1 Getarkan Pandeglang Banten, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Ia mengharapkan, Majene dan Mamuju tidak lagi diguncang gempa berskala besar, dan gempa susulan berangsur semakin mengecil.

Sementara itu, berdasarkan catatan BNPB per Minggu (17/1/2021) sore, sebanyak 826 korban luka-luka akibat gempa.

Di Kabupaten Majene, korban yang mengalami luka-luka sebanyak 657 orang, dengan rincian 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang, dan 425 orang luka ringan.

Sementara di Kabupaten Mamuju dilaporkan 189 orang dirawat inap lantaran dalam kondisi luka berat.

Sampai saat ini, BNPB terus berupaya membantu dan meringankan beban korban dari berbagai segi.

Dari segi informasi, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan resmi, petugas BNPB sementara waktu bakal berkantor di Mamuju, Sulbar.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *