Tak Ada Empati, Dana Bansos Malah Dikorupsi

Ilustrasi paket bantuan sosial. (Foto: Liputan6)
Ilustrasi paket bantuan sosial. (Foto: Liputan6)
Bagikan:

Jakarta – Kasus korupsi proyek Bantuan Sosial (Bansos) tengah hangat diperbincangkan publik. Dua politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diduga tersangkut kasus penyelewengan dana Bansos Covid-19.

Proyek pengadaan barang dari Kementerian Sosial untuk korban terdampak Covid-19 senilai Rp3,4 triliun dikorupsi oleh Menteri Sosial dan sejumlah anggota parlemen.

Bacaan Lainnya

Kedua Politisi PDIP Herman Hery dan Ihsan Yunus diduga memperoleh kuota terbesar dalam proyek pengadaan barang bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 pada tahun 2020.

Keduanya terjerat kasus yang berkaitan dengan Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Beberapa perusahaan terafiliasi dengan keduanya mendapat jatah hingga Rp3,4 triliun atau separuh anggaran bantuan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Pada pekan lalu Komisi Pemberantasan Korupsi telah melakukan penggeledahan di rumah para pelaku dan perusahaan yang berafiliasi dengan mereka.

Ketika dimintai keterangan kedua politisi membantah tuduhan kasus korupsi bansos tersebut.

Berdasarkan hasil tangkapan Sciograf pada Senin (18/01/2021) pukul 15.43 WIB, postingan yang diunggah akun Instagram @tempodot.co ini mendapat reaksi warganet sebanyak 735 comments dan 10.411 likes.

Beberapa warganet meminta agar kasus korupsi bansos ini diusut tuntas oleh KPK. Akun @mulyawanrida8 mengatakan, jika terbukti ada aliran dana ke partai harus disidik juga.

“Kami ingin transparansi biar rakyat tahu tidak dibungkam informasi,” tulis @nugrahayudistira.

“Kebenaran harus ditegakkan,” tulis @ivannurdiansyahs.

“Rakyat menangis, pemimpin malah bagi-bagi jatah. Kalian panutan memang,” tulis @imadeageng.

BACA JUGA :  Polemik HAM, Azis Syamsuddin Pastikan DPR dan Pemerintah Dukung Penegakan Hukum Secara Adil

Sciograf adalah layanan Big Data dengan teknologi end to end encryption, yang terdiri dari web/robot crawler, indexing/clustering dan analisis berbasis teknologi big data.

Sciograf dapat memenuhi kebutuhan data terkini dengan keluaran data bervolume sangat besar dan berkecepatan tinggi serta menghubungkan data dengan berbagai format. (CNC/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *