Tak Dikabari Panitia Muktamar, Gus Yasin Dijegal Dari Bursa Ketum PPP?

Bagikan:

JAKARTA – Berakhirnya Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyisakan kabar tak sedap. Taj Yasin Maimoen dikabarkan ‘dijegal’ dari bursa kandidat ketua umum partai berlambang Ka’bah itu.

Gus Yasin, begitu Taj Yasin Maimoen akrab disapa, mengaku tak dihubungi panitia Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ihwal pendaftaran calon ketua umum partai dalam acara tersebut. Apalagi dia tak bisa mengikuti forum tersebut yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Sehingga saya tidak tahu ada pendaftaran calon ketua. Dan tidak ada yang menghubungi saya dari panitia,” ujar Gus Yasin, Minggu (20/12/2020).

Selain itu, dia memang mendengar kabar bahwa pemilihan ketua umum tak akan digelar dalam forum Muktamar. “Sejak siang sudah dihembuskan tidak ada pemilihan dan akan aklamasi,” ujar Gus Yasin.

Meski begitu, dia berharap Suharso dapat membawa PPP ke arah yang lebih baik. Serta membawa perubahan dan mendengar para ulama, habaib, dan akar rumput partai. “Semoga aja amanah ini dijalankan dengan baik. Tidak mengecewakan kader,” ujar Gus Yasin.

Sebelum terpilihnya Suharso secara aklamasi, DPW PPP Jawa Tengah menginterupsi jalannya Muktamar. Mereka mengkritisi salah satu aturan dalam AD/ART yang mengatur syarat pendaftaran calon ketua umum, yakni harus menjabat sebagai ketua DPW atau pengurus DPP selama satu masa bakti.

Menurutnya, aturan tersebut menghalangi Gus Yasin untuk menjadi calon ketua umum PPP. “Kita hormati, kita beri kesempatan beliau adalah sosok Gus Yasin yang sudah declare,” ujar Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Abdul Azis.

Dia meminta agar aturan dalam AD/ART yang mengatur syarat calon ketua umum tersebut dihapus. Serta tetap membuka forum pemilihan tetap dibuka dan diserahkan kepada para muktamirin atau pemegang hak suara.  “Agar demokrasi hidup, agar yang terpilih adalah ketua umum yang betul-betul kita harapkan, dengan legitimasi karena terjadi kompetisi,” ujar Abdul.

BACA JUGA :  Baleg Putuskan Tidak Lanjutkan Pembahasan RUU Ketahanan Keluarga

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *