Tak Hanya Simpan Narkoba, Suami Nindy Ayunda Juga Simpan Senpi Ilegal

Nindy Ayunda dan Askara P Harsono. (Instagram/nindyparasadyharsono)
Bagikan:

Jakarta – Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat meringkus suami penyanyi Nindy Ayunda, Askara P. Harsono di rumahnya yang berada di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Kamis sekira pukul 19.00 WIB (7/1/2021). Penangkapan dilakukan atas dugaan kepemilikan narkoba.

Pada penangkapan tersebut, polisi langsung menyita beberapa barang bukti, seperti satu butir happy five, setengah butir happy five di dalam plastic kecil, dan alat hisap. Untuk memastikan terkait kepemilikan narkoba, petugas melakukan tes urine kepada Askara.

“Hasil tes urine diketahui positif mengandung amfetamin dan metafetamin yang merupakan jenis zat aditif pada narkotika,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

BACA JUGA :  Maut Menyambut Usai Dua Pria Adu Mulut di Warung Tuak Sumut

Kepada polisi, Askara mengaku sudah menggunakan barang haram tersebut selama satu tahun. Ia mengonsumsi narkoba setiap kali gelisah dan sedang banyak pikiran. Ady menuturkan, ia mengonsumsi narkoba untuk mencari ketenangan.

Selain itu, polisi juga menemukan senjata api illegal dan 50 peluru aktif yang disembunyikannya di dalam brankas. Ady Wibowo menyatakan, senjata api illegal itu berjenis Bareta kaliber 3,65 milimeter.

“Kami akan mendalami kepemilikan senjata api itu kepada tersangka Askara. Kasus kepemilikan senjata api akan diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan secara intensif kepada Askara selama lima hari dan tak menemukan adanya kaitan antara kepemilikan narkoba dengan senjata api ilegal yang dipunya.

Sejauh ini, Askara masih diselidiki terkait kasus narkoba. Sehingga ia dijerat Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 tentang Psikotropika dengan ancaman lima tahun dan atau denda Rp100 juta. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *