Tak Ingin Semua Impor, Pemerintah Gunakan Alkes Produksi Dalam Negeri Untuk Vaksinasi

Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Foto: Pixabay)
Bagikan:

Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia (RI), Dante Saksono Harbuwono mengatakan, dalam program vaksinasi nasional yang tengah berlangsung saat ini, pemerintah telah memprioritaskan penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri.

”Pemerintah berupaya untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dalam program vaksinasi nasional,” ujarnya, Selasa (16/2/2021).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Kemenkes Izinkan Seluruh RS Buka Pelayanan Bagi Pasien Covid-19

Meskipun vaksin Covid-19 yang digunakan merupakan produk impor, namun penggunaan alat kesehatan (alkes), seperti jarum suntik, kotak pengaman jarum, hingga alat pelindung diri (APD) yang digunakan saat vaksinasi merupakan produk lokal.

Ia menilai, alat kesehatan buatan dalam negeri telah memenuhi kualitas standar nasioanal dan internasional.

”Karenanya, pemerintah memberikan prioritas produk dalam negeri karena kualitasnya juga sama dengan produksi impor,” imbuhnya.

Selain penggunaan alkes buatan dalam negeri, Indonesia pun tengah mengembangkan vaksin Covid-19 sendiri, yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Vaksin ini dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Biomolekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta sejumlah perguruan tinggi negeri seperti Universitas Indonesia, Univeritas Airlangga, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

BACA JUGA :  Inggris Kumpulkan 1 Miliar Dollar AS untuk Bantu Vaksinasi Negara Berkembang

Vaksin Merah Putih sendiri dikembangkan dalam berbagai platform, mulai dari sub-unit protein rekombinan, DNA, RNA, dan adenovirus.

Virus Merah Putih ini rencananya akan mengjalani uji klinis tahap satu pada kuartal empat 2021 dan dilakukan selama delapan bulan. Pengujian ini diharapkan akan selesai pada kuartal tiga 2022.

Untuk menyukseskan program ini, pemerintah terus berupaya untuk menggandeng perusahaan farmasi agar mau dan mampu memproduksi vaksin dalam negeri.

Vaksin Merah Putih pad 2022 diharapkan dapat berkontribusi dalam program kemandirian dalam programvaksinasi nasional. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *