Tanaman Pangan Beri Kontribusi di Tengah Resesi Ekonomi Indonesia

Ilustrasi panen yang dilakukan para petani. (Istimewa)
Ilustrasi panen yang dilakukan para petani. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Pengamat Ekonomi Pertanian, Prof. Bustanul Arifin mengapresiasi tumbuhnya sektor pertanian sebesar 2,59 persen (yoy) pada kuartal IV. Adapun tanaman pangan menjadi subsektor utama sebesar 10,47 persen yang diikuti hortikultura sebesar 7,85 persen. Ia menyebut sektor pertanian kini menjadi tumpuan perekonomian Indonesia di tengah pandemi.

“Rilis BPS tentang pertumbuhan ekonomi pagi tadi semakin menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi bantalan (cushion,-red) selama resesi ekonomi karena Pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/1/2021).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Bantuan untuk Operasional Posko Covid-19 Tingkat Desa Masih Belum Merata

Bustanul menilai, tanaman pangan dan hortikulturan menjadi paling tinggi di antara beberapa subsektor dalam pertanian karena angka produksi memang meningkat dan harga cukup bersahabat. Hal ini menyebabkan nilai tambah juga naik signifikan yang menjadi basis perhitungan PDB Pertanian.

“Namun perlu jadi catatan bahwa pada kondisi daya beli masyarakat yang turun karena pandemi, persoalan akses pangan dapat menjadi persoalan serius, jika tidak diantisipasi dan ditanggulangi secara baik,” imbuhnya.

Karena itu, ia menyebut sektor pertanian secara umum perlu meningkatkan aplikasi dan perubahan teknologi. Ini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang lebih baik .

Sebagai informasi, Kepala BPS, Suhariyanto melaporkan PDB Indonesia pada kuartal IV-2020 tumbuh -2,19% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dalam tiga kuartal beruntun. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *