Terungkap! Begini Kronologi Pembunuhan Sepasang Kekasih di Cianjur

Doleng alias Eeng alias Hari Permana (18), tersangka kasus pembunuhan sepasang kekasih di Cianjur, Jawa Barat. (Radar Cianjur)
Bagikan:

Cianjur – Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan sepasang kekasih, KS (25) dan SB alias RN (25) di sebuah kamar indekos yang beralamat Kampung Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (3/1/2021). Pelaku pembunuhan merupakan penghuni indekos di dekat korban.

“Tersangka bernama Doleng alias Eeng alias Hari Permana (18) adalah anggota geng motor. Motifnya karena ingin mencuri barang-barang korban. Setelah melakukan aksinya, dia kembali ke kamar. Dia menunggu agak sepi, lalu mengambil motor dan pakaiannya untuk kabur,” ungkap Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton, Sabtu (9/1/2021).

BACA JUGA :  Polisi Ciduk Pelaku Begal Usai Jual Motor Di Medsos

Pelaku yang merupakan warga Kampung Nagrog, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, melakukan aksinya pada Minggu pagi, sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelum melakukan aksinya, Hari Permana mengambil batu yang ada di depan indekos. Batu itu digunakan sebagai antisipasi apabila korban terbangun dan melawan.

Hari lantas masuk ke rumah melalui atap indekos korban. Selagi mengambil barang-barang, penghuni indekos rupanya terbangun dan menyadari kehadiran tersangka. Melihat KS, tersangka pun langsung memukul korban menggunakan batu yang dibawanya. Usai memastikan korban sudah tak berdaya, ia pun menghabisi kekasih korban, SB alias RN yang masih tertidur.

“Tersangka kemudian melarikan diri ke hutan di daerah Gunung Halu dan motor korban dikubur untuk menghilangkan barang bukti dari kejaran pihak kepolisian,” jelas Anton.

Kemudian Hari pun bersembunti di Kampung Nagrog, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. Dalam penangkapan yang dilakukan, polisi pun menemukan barang bukti berupa dua unit ponsel, satu tas warna hitam, satu unit dompet, beberapa potong pakaian korban, dan batu yang ditemukan di lokasi kejadian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 338 jo 351, 365 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *