Tim Intelijen Kejagung Tangkap Buron Korupsi Videotron Rp3,1 M

Djohan, buronan korupsi videotron ditangkap Kejagung (Istimewa)
Djohan, buronan korupsi videotron ditangkap Kejagung (Istimewa)
Bagikan:

Medan – Pelarian buron kasus korupsi videotron pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, senilai Rp3,1 miliar kini sudah terhenti. Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) Indonesia bersama tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) berhasil menangkap tersangka Djohan yang merupakan Direktur CV Putra Mega Mas di Ladang Mas, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumut, Jumat (15/1/2021).

“Penangkapan dipimpin langsung Asintel Kejati Sumut, Dwi Setyo Budi Utomo, S.H.,M.H., beserta tim atas nama tersangka korupsi dengan identitas bernama Djohan,” ungkap Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung Sunarta dalam keterangannya, Sabtu (16/1/2021).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Pemerintah Kebut Vaksinasi Covid-19, Kejar Herd Immunity Dalam 1 Tahun

Sebelum ditangkap, Djohan berusaha mengelabui petugas dengan memberikan KTP dan SIM dengan identitas berbeda. Tersangka diduga berusaha mengganti identitasnya agar tak dapat dikenali.

Sunarta menerangkan, Djohan menjadi tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan sarana informasi massal tentang harga kebutuhan pokok secara elektronik pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Terkait dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan sarana informasi massal tentang harga kebutuhan pokok secara elektronik pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp 3.168.120.000,” jelasnya.

Berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor : Print-02/N.2.10/Fd.1/03/2017 tertanggal 20 Maret 2017, tersangka Djohan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Saat ini Djohan telah diserahkan ke pihak Kejari Medan untuk diperiksa lebih lanjut. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *