Tinggalkan Cara Lama dalam Pengelolaan Sampah, Ini Pesan Abdulah Puteh

Foto Ilustrasi: Sampah / Serambi.co
Bagikan:

JAKARTA – Wakil Ketua Komite II DPD RI Abdullah Puteh kembali menekankan pentingnya hidup bersih di tengah kondisi iklim yang tak menentu saat ini. Terlebih mayoritas Pemerintah Daerah kerap terkendala metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Coba cermati saja kondisi lingkungan dan fakta yang terjadi. Selama ini sebagian besar masyarakat masih bertumpu pada pendekatan akhir, yakni sampah dikumpulkan dari sumbernya, diangkut sampai kemudian dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” tegas Abdullah Puteh dalam kerterangannya, Selasa (5/1/2021).

Menurutnya, timbunan sampah dengan volume besar yang berada di lokasi TPA sampah berpotensi melepas gas metan. Hal itu dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca serta memberikan kontribusi terhadap pemanasan global.

“Agar timbunan sampah tersebut dapat terurai melalui proses alam diperlukan jangka waktu yang sangat lama dan diperlukan penanganan dengan biaya yang sangat besar,” tutur Senator asal Aceh itu.

Puteh menjelaskan paradigma pengelolaan sampah yang masih bertumpu kepada pendekatan akhir saatnya ditinggalkan, dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah.

Pengelolaan sampah dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang komprehensif dari hulu, yaitu sejak sebelum dihasilkan suatu produk yang berpotensi menjadi sampah. “Sampai ke hilir, yakni pada fase produk sudah digunakan sehingga menjadi sampah yang kemudian dikembalikan ke media lingkungan secara aman,” paparnya.

Puteh menambahkan pengelolaan sampah dengan menggunakan paradigma baru tersebut dilakukan melalui kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan, penggunaan kembali, dan pendauran ulang.”Sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir,” terangnya.

Ia berharap ada aturan yang jelas agar ada efek jera. “Harusnya ada efek jera bagi yang melanggar terhadap aturan sampah ini, juga bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dalam mengelola sampah. Tidak membuang sampah sembarangan, baik yang di darat maupun di laut,” pungkas Abdullah Puteh. (ijs/ful)

BACA JUGA :  Mengenal Fenomena 'Long Covid-19', Sudah Sembuh Tapi Masih Ada Gejala

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *