Tipu Hampir 1000 Orang, Bos Grab Toko Diduga Gunakan Uangnya untuk Ini

Grab Toko Indonesia
Bagikan:

Jakarta – Pemilik PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra diringkus Bareskrim Polri terkait dugaan kasus penyebaran berita bohong dan pencucian uang. Polisi menangkap Yudha di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa pada pukul 20.00 WIB (12/1/2021).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menyatakan, dalam kasus ini tercatat ada 980 orang yang menjadi korban penipuan yang terdiri dari pihak iklan dan konsumen Grab Toko. Sementara kerugian uang yang disebabkan kasus ini diperkirakan mencapai Rp17 miliar.

Modus penipuan yang dilakukan Yudha ialah memberikan penawaran harga sangat murah untuk beragam smartphone melalui situs Grab Toko Indonesia. Ratusan konsumen yang tergiur pun melakukan transaksinya di market place GrabToko.com. Namun ratusan konsumen tersebut tidak pernah menerima barang yang dipesan hingga saat ini.

BACA JUGA :  Anggota Polsek Hingga Polres Jatim Terlibat Peredaran Narkoba

“Hanya sembilan customer yang menerima barang pesanan tersebut. Dan sembilan barang yang dikirimkan kepada costumer itu ternyata dibeli pelaku di ITC oleh pelaku dengan harga normal,” ujar Slamet kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Sebagai informasi, Grab Toko Indonesia menjual beragam smartphone dengan harga miring. Untuk smartphone Xiaomi Poco X3 8/128 GB dijual Rp1,54 juta dari harga normalnya Rp4,2 juta. Ada juga iPhone 11 Pro 256GB yang dijual seharga Rp9,74 juta dari harga normalnya Rp17 juta. Saat ini, situs Grab Toko Indonesia sudah tak bisa diakses pengguna.

Slamet menduga, Yudha menggunakan uangnya untuk diinvestasikan dalam bentuk mata uang digital atau cryptocurrency. Dalam menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke mata uang digital, Yudha mengaku mendapatkan bantuan dari beberapa bank, seperti BNI, BRI, dan BCA. Namun untuk dugaan investasi tersebut, Slamet menuturkan akan melakukan pemeriksaan dengan berkas terpisah.

Selain itu, Slamet mengungkapkan, situs Grab Toko Indonesia menggunakan hosting luar negeri. Pelaku meminta bantuan pihak ketiga dalam membuat dan mengelola situs tersebut.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, polisi melakukan penangakapan terhadap Yudha berdasarkan Laporan Polisi: LP/B/0019/I/2021/Bareskrim tanggal 09 Januari 2021. Tersangka kini masih dalam pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri.

Dalam kasus ini, Yudha dijerat Pasal 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *