Tolak Terima Uang Sobek untuk Ditukar, Pedagang Bakso Ini Dikeroyok 5 Preman

Ilustrasi pengeroyokan. (Lintangnews.com)
Bagikan:

Palembang – Ridho Satria (24), pedagang bakso yang berjualan di bawah Jempatan Ampera, Palembang, menjadi korban pengeroyokan lima preman, Selasa (12/1/2021). Kejadian tersebut bermula dari penolakan Ridho menerima uang yang ingin ditukar oleh seorang pria.

“Jadi awalnya ada dua orang dateng mau menukar uang jumlahnya Rp5 ribu.  Mereka bawa uang Rp2 ribu dua lembar, dan seribu rupiah satu lembar. Tapi yang satu lembar Rp2 ribu kondisinya sobek,” terang Ridho, Kamis (15/1/2021).

Karena tak terima, satu orang di antaranya sempat memukul pipi Ridho. Seorang temannya sempat melerai. Seorang pedagang jagung juga ikut melerai saat itu.

BACA JUGA :  Millen Cyrus Akui Pakai Sabu karena Depresi: Banyak yang Cancel Kerjaan

“Mungkin juga karena saya ngomongnya agak kasar. Tapi memang cara ngomong saya seperti ini. Saya bilang uang itu tidak laku, terus dia bantah dan bilang masih laku. Jadi saya reflek bilang, ya sudah kalau masih laku, kamu saja yang jualnya. Dari situ dia marah,” kisahnya.

Pengeroyokan terjadi saat Ridho tengah membereskan dagangan baksonya. Tiba-tiba lima orang datang dan langsung memukulnya. Gerobak baksonya pun didorong hingga terbalik. Kelima pelaku baru berhenti dan lari saat melihat petugas kepolisian datang dari kejauhan.

Ridho mengaku sudah resah dengan keberadaan para preman di tempatnya. Ia pun berharap polisi dapat menangkap preman-preman tersebut.

Sementara itu, seorang pelaku pengeroyokan, bernama Weli Hendra alias Ali Tato telah diringkus oleh jajaran anggota Polsek Ilir Timur I Palembang yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim IPTU Ghopur.

“Untuk tersangka ada satu orang sudah kita amankan atas nama Weli Hendri alias Ali Tato dan sedang kita mintai keterangan. Identitas pelaku lainya sudah diketahui dan sekarang masih dilakukan pengejaran,” ujar Kapolsek Ilir Timur 1, Kompol Hardiman. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *