Tumbuhkan Kearifan Lokal, Bustami Zainudin Meminta Revitalisasi Pasar Diperluas  

Anggota Komite II DPD RI, Bustami Zainudin.
Bagikan:

JAKARTA – Program revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat merupakan bagian dari implementasi UU Cipta Kerja, khususnya pemulihan ekonomi. Sektor ini sebenarnya sudah ditunggu publik, karena pasal dinilai akan membantu pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin berharap revitalisasi pasar yang dilakukan tetap memperhatikan kearifan lokal yang disesuaikan dengan keselarasan lingkungan. Di sisi lain, seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Pengingat Bahaya Covid-19, Nisan Dipasangi Masker Ini Viral

Hingga akhir 2020 tercatat ada tujuh pasar rakyat yang telah rampung yaitu Pasar Ateh Bukittinggi Sumatera Barat, Pasar Prawirotaman Yogyakarta, Pasar Kaliwungu Kendal, dan Pasar Klewer Timur di Jawa Tengah. Selanjutnya, Pasar Benteng Pancasila Mojokerto, dan Pasar PON Kabupaten Trenggalek di Jawa Timur, serta Pasar Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali.

“Pasar cermin sebuah daerah, dan tempat berkumpulnya transaksi baik secara langsung maupun digital. Saya mendukung langkah revitalisasi ini dengan catatan kedepankan kearifan lokal,” tutur Bustami Zainudin dalam keterangan resminya, Rabu (13/1/2021).

Anggota Komite II DPD RI, Bustami Zainudin,

Senator asal Lampung ini pun berharap program ini menyebar samapi pelosok nusantara. Tidak hanya terpaku di beberapa daerah saja. “Kalau Pasar PON Trenggalek, Jawa Timur menjadi percontohan revitalisasi pada 2020. Harapannya tahun ini, program ini pun menyebar hingga daerah lain,” pinta Bustami.

BACA JUGA :  POLRI dan KPK , Isu Polhukam Paling Disorot Media Minggu Ini

Mantan Wakil Bupati Way Kanan ini meminta pedagang harus bisa memanfaatkan pasar hasil revitalisasi ini dengan sebaik-baiknya. Fasilitas yang terbangun harus dijaga dan dirawat agar lebih telihat apik dan nyaman.

“Kalau ini bisa diterapkan secara bertahap, mudah-mudahan pemulihan ekonomi bisa lebih cepat terjadi, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan, dan menggunakan pendekatan teknologi,” jelasnya.

Pasar, sambung Bustami, harus menjadi sentral pemulihan ekonomi masyarakat pasca-pandemi nanti. Namun, faktor keamanan harus diperhatikan sehingga pasar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Harapannya, pasar rakyat menjadi tempat yang nyaman, aman dengan menggunakan teknologi digital, sehingga seluruh komoditas di pasar dapat diakses melalui smartphone,” tutur Bustami. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *