Update Gempa Sulbar: 73 Orang Tewas, 826 Luka-luka, 15 ribu Mengungsi

Proses evakuasi korban gempa Sulbar.
Proses evakuasi korban gempa Sulbar. (Foto: minews.id)
Bagikan:

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (17/1/2021) pukul 14.00, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 73 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB, Raditya Jati mengungkapkan, jumlah 73 korban tersebut merupakan akumulasi dari dua kabupaten, yakni Mamuju dan Majene.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  TNI AD Kirim Bantuan Logistik dan Alutsista Untuk Korban Gempa Sulbar

di Kabupaten Mamuju korban meninggal dunia mencapai 64 orang, dan di Kabupaten Majene mencapai sembilan orang.

Tidak hanya korban yang meninggal, BNPB juga melakukan pendataan terhadap korban yang mengalami luka-luka.

Berdasarkan catatan BNPB per Minggu (17/1/2021) sore, sebanyak 826 korban luka-luka akibat gempa.

Di Kabupaten Majene korban yang mengalami luka-luka sebanyak 657 orang, dengan rincian 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang, dan 425 orang luka ringan.

BACA JUGA :  Gempa Majane: 8 Meninggal, 637 Luka, 62 Rumah Rusak, Dan Longsor

Sementara di Kabupaten Mamuju dilaporkan 189 orang dirawat inap lantaran dalam kondisi luka berat.

Sampai saat ini, BNPB terus berupaya membantu dan meringankan beban korban dari berbagai segi.

Dari segi informasi, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan resmi, petugas BNPB sementara waktu bakal berkantor di Mamuju, Sulbar.

Selain itu, BNPB juga menempatkan 3 helikopter di lapangan untuk membantu distribusi logistik dan peralatan yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu, BNPB juga memastikan ketersediaan air bersih, makanan, hingga pakaian akan tercukupi dan memadai hingga sepuluh hari ke depan.

BACA JUGA :  Pentingnya Ketahanan Keluarga, Ciptakan Kualitas Bangsa yang Baik

Terkait layanan kesehatan, pemerintah juga memastikan pelayanan kesehatan bagi korban terdampak, baik yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara maupun rumah sakit regional.

Semua ini dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sekitar 15 ribu lebih warga terdampak memilih mengungsi untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

Pengungsian tersebar di 10 titik di antaranya Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbau di Kec. Ulumanda, Kec. Malunda dan Kec. Sendana.

BACA JUGA :  Distribusi Bantuan Belum Capai Pedalaman, Pengungsi Hidup dengan Kondisi Mengenaskan

Sedangkan, di Mamuju terdapat 5 titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar terus memperbarui pendataan dan berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan, maupun instansi lain untuk proses evakuasi warga terdampak. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *