Ustaz di Ponpes Pukul Santri Hingga Gegar Otak

Bagikan:

Pamekasan – Seorang santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) karena tak sadarkan diri setelah kepalanya dihantam bantalan Al-Qur’an yang terbuat dari kayu oleh seorang ustaz. Selain itu, korban berinisial F (14) juga mengalami bengkak dan luka pada bagian dahi, serta lebam pada pelipis matanya.

“Anggota kami telah melakukan penyelidikan awal dengan mendata korban dan terduga pelaku penganiayaan tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo yang tak menyebutkan kapan pastinya peristiwa tersebut terjadi kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

BACA JUGA :  Tak Diambil Petani, Puluhan Sak Pupuk Bersubsidi Dijual Pemilik Kios di Atas HET

Berdasarkan kronologinya, saat pingsan korban sempat dirujuk ke RSUD dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Namun karena keterbatasan perawatan, pihak rumah sakit pun merujuk korban ke Surabaya. Korban diketahui mengalami cacat permanen sehingga terpaksa harus menjalani operasi batok kepala.

“Keponakan saya mengalami gegar otak dan sampai malam ini belum sadarkan diri,” ungkap Taufiq, salah seorang paman korban.

Sementara itu, pihak ponpes sudah menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pihak ponpes bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan korban sampai sembuh total.

Kekerasan yang terjadi di lingkungan ponpes di Pamekasan bukan kali ini saja terjadi. Pada April 2018, seorang santri menjadi tersangka setelah membacok seorang pengurus pesantren menggunakan celurit. Kejadian itu terjadi di Ponpes Al-Misdad, Dusun Barat, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *