Vaksin Pfizer Menelan Korban, 23 Orang Meninggal di Norwegia

Vaksin Pfizer BioNTech (sumber: klikdokter)
Bagikan:

Jakarta – Badan Kesehatan Norwegia dan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional melaporkan 23 kematian yang terjadi pada orang tua setelah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech, Senin (18/1/21).

Dilansir IB Times, kepala dokter di Badan Kesehatan Norwegia, Sigurd Hortemo mengatakan, dari 23 kematian sebanyak 13 menunjukkan efek samping yang umum terjadi dari vaksin tersebut, seperti demam dan mual.

Bacaan Lainnya

Namun, sebagian dari mereka memang kondisi kesehatannya sudah menurun dan diperkirakan memang tidak lama lagi meninggal.

“Di Norwegia kami sekarang memvaksinasi orang tua dan orang-orang di panti jompo dengan penyakit bawaan kronis.” ujarnya

Akibat kematian tersebut membuat badan kesehatan setempat memperbarui panduan vaksinasi Covid-19 dengan saran yang lebih rinci tentang vaksinasi pasien lanjut usia yang lemah dengan kondisi kesehatan yang menurun.

Namun, Kepala Bidang Pengobatan Badan Kedokteran Norwegia, Dr. Steinar Madsen, mengatakan, pihaknya tidak khawatir dengan kasus tersebut. Menurutnya vaksin Coid-19 buatan Pfizer memiliki resiko yang sangat kecil.

“Dokter sekarang harus hati-hati mempertimbangkan siapa yang harus divaksinasi. Mereka yang sangat lemah bisa divaksinasi setelah pemeriksaan ketat,” katanya.

Permasalahan di Norwegia ini muncul ketika pejabat kesehatan Amerika Serikat menyelidiki kematian Gregory Michaels, seorang dokter kandungan dan ginekolog dari Pusat Medis Mount Sinai Miami, yang meninggal karena pendarahan otak setelah 16 hari menerima vaksin Covid-19 tersebut.

Sebagai informasi, Norwegia telah memvaksinasi 30.000 orang pada bulan lalu dengan vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna COVID.

(ANS/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Kembangkan Rudal dan Nuklir, Korut Langgar Sanksi Internasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *