Vaksinasi Akan Bangkitkan Ekonomi, Tetapi Perlu Waktu

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel Mengadakan Pertemuan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, di Kantor Menko Perekonomian RI, Jakarta, Rabu (13/01/2020). Foto: IJS Media
Bagikan:

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengadakan pertemuan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, membahas langkah-langkah pemulihan ekonomi setelah program vaksinasi nasional dimulai. Pertemuan informal ini dilakukan di Kantor Menko Perekonomian RI, Jakarta, Rabu (13/01/2020).

Salah satu tema yang dibicarakan adalah mengenai strategi pemulihan ekonomi dalam situasi pandemi dan pasca vaksinasi nasional. Vaksinasi Covid-19 Nasional yang mulai dilaksanakan hari ini harus disusul dengan program-program strategis agar ekonomi nasional langsung memiliki daya angkat.

Bacaan Lainnya

Dengan sistem imun yang terpicu oleh vaksin, masyarakat akan memiliki daya tahan terhadap serangan virus dari Wuhan, China ini. Dengan kekebalan itu diharapkan semua elemen masyarakat dapat beraktifitas kembali, dan pada gilirannya dapat membangkitkan perekonomian yang sempat terpuruh oleh wabah.

Rachmat Gobel optimis vaksinasi akan berpengaruh secara langsung pada perekonomian nasional karena aktifitas warga akan pulih secara bertahap. “Ekonomi pasti pulih, tetapi efeknya tidak serta merta, perlu waktu beberapa lama,” katanya saat ditemui usai menerima surat presiden terkait usulan Kapolri, Rabu (13/01/2020).

Program vaksinasi ini memerlukan waktu untuk dapat menjangkau seluruh warga, sehingga memerlukan strategi prioritas. Vaksinasi nasional dilakukan melalui beberapa gelombang, yang pertama mendapatkan suntikan vaksin adalah para tenaga kesehatan sebagai ujung tombak melawan pandemi Korona.

Padahal untuk dapat memulihkan aktifitas menjadi normal, vaksinasi harus dilakukan kepada setidaknya 70 persen penduduk, atau sekitar 180 juta jiwa. Untuk itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Saat ini para pelaku usaha ataupun masyarakat secara umum masih belum terbebas dari bahaya Covid-19, dan dengan demikian mereka belum leluasa melakukan aktifitas usaha sebagaimana pada saat normal. Namun wakil rakyat dari daerah pemilihan Gorontalo ini optimis vaksinasi akan memiliki pengaruh nyata bagi peningkatan ekonomi nasional.

BACA JUGA :  Jika Muncul Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19? Pemerintah Akan Tanggung Biaya Perawatan

Menurutnya, vaksinasi merupakan langkah umum yang ditempuh negara-negara lain untuk memulihkan kondisi seperti semula. Banyak negara yang telah mempersiapkan diri, namun sejauh ini baru China dan Inggris yang telah melakukan vaksinasi masal.

Nyatanya mereka cukup berhasil membuat perubahan. Usai melakukan vaksinasi massal, manager pembelian (Purchasing Manager Index) China menunjukkan pemulihan dengan cepat dalam waktu satu bulan saja, dengan skor 52.

Rachmat Gobel meminta masyarakat mendukung pelaksanaan vaksinasi ini secara partisipatif. “Yang namanya vaksin bisa saja ada efek samping demam atau lainnya. Tetapi manfaatnya akan jauh lebih besar daripada hanya sekedar efek sesaat,” tambahnya.

Partisipasi dan dukungan masyarakat penting karena perekonomian nasional saat ini sudah minus 1,7 persen. Program vaksinasi ini juga memiliki implikasi meningkatkan kepercayaan publik terkait penanganan Covid-19, sehingga akan timbul rasa aman di masyarakat.

Tahun ini sejumlah kebijakan terkait penanganan Covid-19 terus dilakukan dengan harapan bangsa Indonesia dapat segera terbebas dari kepungan paranoia wabah. “Kami berharap perekonomian kita ke depan akan lebih baik dan akan membaik. Yang penting semua elemen harus mendukung,” jelasnya. (Mjr/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *