Varian Baru Virus Covid-19 Dari Inggris Masuk RI, Epidemiolog: Tingkatkan 3T

Ilustrasi pencegahan Covid-19.
Ilustrasi pencegahan Covid-19. (Foto: Fernando Zhiminaicela/Pixabay)
Bagikan:

Jakarta –¬†Varian baru virus Covid-19 dari Inggris (B117) telah masuk Indonesia. Menanggapi hal ini, epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T) untuk menghindari dampak serius virus ini.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan penemuan dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 di Indonesia pada Selasa (2/3/2021). Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 terdeteksi masuk ke tanah air dari Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

“Sudah saatnya melakukan perbaikan respon.¬†Responsnya tetap sama dari 3T dan 3M tetapi lebih ketat,” ujar Dicky, Rabu (3/3/2021).

BACA JUGA :  Rambut Rontok Jadi Gejala Baru Pasien Long Covid-19

Pengetatan protokol 3M meliputi penyesuaian kembali jarak aman yang ditentukan, dari awalnya satu meter menjadi dua meter, penggunaan masker dua lapis, serta pengetatan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas dan mobilitas penduduk.

Dicky mengatakan, Indonesia harus lebih waspada dan fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan gelombang pertama pandemi Covid-19 belum dapat terselesaikan, terbukti dengan masih banyaknya peningkatan kasus harian.

Ia menilai, hal ini secara tidak langsung menunjukan Indonesia gagal dalam mendeteksi, menemukan, da memutus transmisi virus Covid-19. Bahkan saat ini ia sulit memprediksi puncak pandemi karena makin banyaknya pelonggaran protokol kesehatan yang terjadi di masyarakat.

BACA JUGA :  Daftar Makanan yang Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak

“Jadi puncak pandemi tidak bisa diprediksi kalau kita tidak melakukan upaya yang memadai,” ujarnya.

Dicky menyarankan untuk pengetatan protokol kesehatan di masyarakat dapat dilakukan dengan adanya intervensi dari pemerintah untuk menerapkan 3T dan 5M.

5M yang dimaksud Dicky, yakni masker kain dua lapis, menjaga jarak dua meter, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi keramaian. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *