Waka Komite III DPD Minta Sekolah yang Sudah Tatap Muka Evaluasi Berkala

Foto: Evi Apita Maya Wakil Ketua Komite III DPD RI / Tribunnews.
Bagikan:

JAKARTA- Sejumlah sekolah di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai memberlakukan sekolah tatap muka untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Komite III DPD RI yang membidangi urusan pendidikan meminta agar sekolah-sekolah yang mulai memberlakukan sekolah tatap muka untuk melakukan evaluasi setiap harinya.

“Sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) harus melakukan evaluasi secara berkala untuk melihat tingkat keberhasilan sistem tersebut,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD RI Evi Apita Maya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/1/2021).

Bacaan Lainnya

Selain SD dan SMP, tingkat PAUD di Padang juga sudah mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka di awal semester genap tahun ajaran 2020/2021 pada Senin (4/1) kemarin. Pembelajaran tatap muka di Padang itu dikombinasi dengan sekolah daring melalui pembagian jadwal.

BACA JUGA :  Lukky Semen Doakan Gubernur dan Wagub Sulteng Cepat Sembuh dari Covid

Dengan demikian, satu kelas diisi setengah dari total siswa. Setengah sisanya mengikuti pelajaran jarak jauh. Sistem ini masih dalam tahap uji coba hingga Februari nanti.

“Satgas Penanganan Covid-19 di daerah harus sigap melakukan pemantauan untuk memastikan protokol kesehatan (prokes) dijalankan di sekolah-sekolah yang melalukan pembelajaran tatap muka,” tegas Evi.

Selain itu, Komite III DPD RI juga meminta agar pihak sekolah tidak lengah dalam pemeliharaan sarana prasarana protokol kesehatan. Evi juga mengingatkan pemeriksaan berkala harus selalu dilakukan.

“Tes swab kepada guru dan tenaga pendidik juga harus dilakukan secara berkala. Ini penting dilakukan agar tidak ada penyebaran Corona di sekolah,” ucapnya.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, ada 575 sekolah dari tingkat SD-SMP yang telah melakukan pembelajaran tatap muka. Selain di Padang, sekolah tatap muka juga sudah dilakukan di 785 SMA/SMK dan SLB di Jawa Barat. Evi meminta para pemangku kepentingan, termasuk Pemda, memastikan keselamatan para siswa.

BACA JUGA :  Tingkat Efikasi Vaksin Covid-19 Ramai Diperbincangkan Publik, Begini Penjelasannya

“Penyebaran kasus Corona masih sangat mengkhawatirkan. Data Satgas Penanganan Covid-19 per awal Januari 2021 menunjukkan rasio kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 29,46%,” ungkap senator asal Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

“Dari data satgas diketahui, satu dari tiga orang yang dites positif terinfeksi Corona. Kondisi ini harus menjadi pertimbangan daerah yang memutuskan mulai melakukan pembelajaran tatap muka,” sambung Evi.

Evi juga menilai keputusan daerah yang memperpanjang proses belajar jarak jauh sudah tepat. Ini lantaran masih banyak daerah yang berstatus zona oranye dan merah.

“Lebih baik menunda sekolah tatap muka jika daerah masih berisiko tinggi terhadap penyebaran Corona. Kita jangan ambil risiko yang bisa membuat anak-anak berpotensi terpapar Covid,” kata Evi

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar