Waketum PKB: Reshuffle Dilakukan pada Rabu Pon

Bagikan:

Isu reshuffle kabinet Jokowi periode ini kedua semakin santer terdengar. Bukan hanya media yang ramai mengabarkan, bahkan para politisi ikut ramai-ramai memberikan bocoran tentang hal ini.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid, saat ditemui awak media hari ini, Rabu (16/12/2020), membenarkan kemungkinan reshuffle tersebut. Dia bahkan membocorkan bahwa kemungkinan perombakan komposisi kabinet akan dilakukan Presiden Joko Widodo pada Rabu Pon, berdasarkan penanggalan Jawa. Atau, bertepatan dengan 23 Desember 2020.

Hal ini, menurut Jazilul itu berdasarkan pada pengalaman sebelum-sebelumnya, di mana Jokowi biasa melakukan reshuffle kabinet di waktu-waktu tertentu.

“Insyaallah, itu perkiraan saya dari kebiasaan yang sudah-sudah,” ungkap kata Jazilul. ,

Meski begitu, Jazilul mengaku belum tahu mengenai kabar apakah Ketum PKB Muhaimin Iskandar bersama sejumlah ketum partai politik lainnya di koalisi pendukung pemerintah sudah bertemu dengan Jokowi untuk membicarakan tentang rencana reshuffle atau belum.

Apa yang disampaikan Jazilul tersebut merespons ramainya kabar yang beredar di kalangan wartawan bahwa Jokowi memanggil sejumlah ketum partai politik di koalisi pendukung pemerintah dalam beberapa hari terakhir.

Sementara di tempat lain, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad membantah adanya pertemuan antara ketum partai politik di koalisi pendukung pemerintah dengan Jokowi.

“Setahu saya tidak ada pertemuan ketum-ketum partai dengan Presiden Jokowi,” kata Dasco pada Selasa (15/12).

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menyampaikan belum tahu tentang pertemuan antara ketum parpol di koalisi pendukung pemerintah dengan Jokowi. Ia mengaku belum berkomunikasi dengan Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa soal ini.

“Belum tahu. belum kontakan sama Pak Suharso,” ucap Arsul Sani.

Sebelumnya, Arsul sendiri pernah menyampaikan bahwa Jokowi memiliki pilihan untuk melakukan reshuffle kabinet usai dua menteri dari Kabinet Indonesia Maju ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara.

BACA JUGA :  LaNyalla Apresiasi Kerja Bawaslu Jatim dan Surabaya

Selain bisa melakukan reshuffle kabinet sesuai kebutuhan, lanjut Arsul Sani, Jokowi juga memiliki pilihan mengganti dua orang saja untuk mengisi pos kementerian yang kosong saat ini.

“Pilihan presiden dua, cukup dengan mengganti dua menteri ini atau sekalian melakukan reshuffle [kabinet] sesuai dengan kebutuhan pemerintahan yang akan datang,” tutur Arsul Sani.

(Nad)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *