Wakil Ketua DPD RI Ingin Lumbung Ikan Nasional Maluku Segera Terealisasi

Nono Sampono, Wakil Ketua DPD RI
Bagikan:

JAKARTA – Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menyambut baik upaya pemerintah dalam penetapan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN). Dengan penetapan itu, Nono meyakini akan berdampak besar pada perekonomian daerah dan mendorong hadirnya pusat ekonomi baru di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Saya apresiasi terkait pengembangan Provinsi Maluku sebagai lokasi lumbung ikan nasional. Kawasan Timur Indonesia memang harus tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia, karena sejak dahulu terkenal kaya akan potensi kelautan dan perikanan,” kata Nono Sampono dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

Bacaan Lainnya

Maluku sangat kaya potensi perikanan tangkap maupun budidaya karena didukung tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang mencakup Laut Seram, Laut Banda, Laut Aru dan Laut Arafura.

Senator asal Maluku tersebut menginginkan agar  kementerian atau lembaga terkait bersama pemerintah daerah segera mensinkronkan persiapan infrastruktur, baik dari pelabuhan perikanan maupun kawasan perindustriannya.

“Semua harus gerak cepat. Targetnya selesai di tahun 2023 harus tercapai. Makanya percepatan dari berbagai bidang harus dikoordinasikan dengan baik,” ucap pensiunan Letjen Angkatan Laut tersebut.

Nono menyarankan agar pelabuhan perikanan di kawasan LIN Maluku dibangun dengan konsep modern dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sehingga seluruh potensi dan proses bisnis bisa berjalan lebih efektif, yang ujungnya adalah percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saya kira harus begitu, dibangun kawasan terpadu pelabuhan perikanan sehingga mampu menunjang proses produksi dan pengolahan. Kalau ini tercapai pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien,” kata pria kelahiran Bangkalan, 1 Maret 1953 itu.

Dengan adanya Lumbung Ikan Nasional, estimasi produk perikanan yang bisa dihasilkan dari sub-sektor perikanan tangkap dan budidaya mencapai 750 ribu ton per tahun. Sedangkan tenaga kerja yang terserap diperkirakan lebih dari 30 ribu orang.

BACA JUGA :  Kematian Argumentasi dan Penggiringan Opini di Media Sosial

Di dalam kawasan LIN akan dibangun kantor pelabuhan perikanan, dermaga, cold storage dan pabrik es, gedung laboratorium, tempat pemasaran ikan modern juga pusat kuliner.

“Saya berharap dengan adanya Lumbung Ikan Nasional ini, penerimaan daerah dan negara menjadi besar. Artinya perekonomian di daerah tersebut maju dan masyarakatnya sejahtera,” pungkas Nono.(ijs/wik)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *