Warga Bersiap, Ini Skema Pemberian Vaksin di Wilayah Jabar!

Ilustrasi Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 (Foto: IJS Media Network)
Bagikan:

Bandung – Marion Siagian, Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar memberikan arahan terkait skema pemberian vaksin yang di Jawa Barat. Pemprov Jabar berencana menggelar pemberian vaksin di RSHS Kota Bandung dan Fasilitas Layanan Kesehatan di kabupaten/kota.

“Undangan resmi akan kami sampaikan lewat SMS. Dalam SMS tersebut, terdapat tiket elektronik. Pada hari H, penerima vaksin akan diarahkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) kemudian menuju ke tiket meja 1 untuk melakukan pendaftaran,” kata Marion, Rabu (13/1/2021)

Bacaan Lainnya

“Setelah itu, penerima vaksin diarahkan ke meja 2 untuk screening, anamnesis, pemeriksaan fisik sederhaan dan identifikasi kondisi penyakit yang pernah dialami. Bila ada calon penerima vaksin yang ditunda maka akan dijadwalkan pada vaksinasi selanjutnya. Ini tidak dibatalkan namun hanya ditunda saja.

Ia menambahkan, jika sudah lolos di meje 2, calon penerima vaksin akan melalui tahap vaksinasi sesuai dengan penyuntikan aman. Di meja 4, penerima vaksin akan melakukan observasi selama 30 menit dan dimonitor sementara waktu. Jika terbukti aman, penerima vaksin akan diberikan kartu vaksinasi.

Marion menjelaskan nomor, jenis, dan batch vaksin masing-masing orang yang divaksin akan dicatat. Jika ada efek samping atau reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), langsung diketahui.

Ia menyebutkan, terdapat 1.483 orang vaksinator atau tenaga penyuntikan dan tengah dilatih sebanyak 9.503 orang di Jabar.

“Mudah-mudahan pelaksanaan program vaksinasi di Jabar berjalan dengan baik. Kami menyarankan untuk makan atau sarapan lebih dulu, cukup istirahat, dan harus sehat,” ujar Marion.

BACA JUGA :  Fenomena Awan Cumulonimbus di Ambon, Ini Penjelasan BMKG!

Sementara itu, Provinsi Jabar mendapat jatah vaksin 97.080 dosis. Ridwan Kamil berencana, vaksinasi pertama kali dilakukan di tujuh daerah yakni Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, dan Cimahi, serta Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dan mulai pada Kamis (14/1/2021).

Melihat dari perkembangan zona risiko atau level kewaspadaan di Jabar selama periode 4 hingga 10 Januari, terdapat enam kabupaten/kota berstatus zona merah (risiko tinggi).

”Kami telah mengklasifikasikan zona merah yakni Kota Bekasi dan Depok serta Kabupaten Garut, Ciamis, Karawang, Bekas. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, namun harus saya sampaikan. Kabupaten Karawang sudah lima minggu berturut-turut berada di zona merah. Kami sudah mengirimkan tim khusus ke sana. Mudah-mudahan bisa cepat pulih,” ungkap Ridwan Kamil.

Meski demikian, tingkat kesembuhan atau case recovery rate (CRR) di Jabar 83,81 persen dan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) 1,25 persen per 10 Januari. Sementara itu, angka reproduksi efektif (Rt) 1,82 per 8 Januari.

Pemprov akan memprioritaskan vaksin untuk SDM yang berada di fasilitas pelayanan kesehatan dan 10 pejabat publik esensial,” papar Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *